teka-teki babakan siliwangi

Sabtu, 13 September 2008
30% dari luas sebuah kota idealnya terisi dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH)..
RTH ini fungsinya selain sebagai daerah resapan air, juga sebagai paru-paru kota..
paru-paru kota????
penghasil oksigen!! bayangin sebuah wilayah yang tingkat polusinya makin bertambah terus, polusi dari kendaraan pada umumnya mengandung timbal.. timbal ini bikin orang susah konsentrasi dan cenderung mengganggu stabilitas emosi, nah yang bisa mengurangi kadar timbal ini adalah oksigen di udara..

sekarang bayangkan sebuah kota, yang hanya memiliki RTH seluas 8% dari luas kota. itu aja udah kurang banget kan, tiba2 mau dikurangi lagi untuk alasan "pengalihan dari lahan tidak produktif menjadi lahan produktif". dan ternyata menurut si pemkot, produktif adalah berarti menghasilkan uang.. dan rencana yang dibuat oleh pemkot adalah dengan "menjual" lahan tersebut kepada pemilik modal (swasta).

entah apa yang sebenarnya mau dibangun oleh si pemilik modal, karena ketika banyak orang mulai mempertanyakan informasi dan data mengenai pembangunan tersebut, sumber informasi seolah ditutup dengan sengaja. lembaga-lembaga pemerintah yang seharusnya memberi informasi bagi masyarakat ternyata telah menjadi kacung yang disuruh tuannya untuk mengamankan suatu informasi dari khalayak karena jika khalayak tau informasi tersebut, seluruh tujuan si tuan akan terganggu dan bahkan bisa dibatalkan..

bayangkan kota itu bernama Bandung,
bayangkan juga RTH yang sedang dibicarakan itu bernama Babakan Siliwangi,
bayangkan si tuan adalah walikota Bandung yang akan dilantik tanggal 16 sept 08 (dia walikota pada periode sebelumnya juga).

mari mencoba positif thinking..
mungkin beliau "lupa" mengajak masyarakat Bandung utk bersama-sama menentukan masa depan tempat tinggalnya..
mungkin beliau "lupa" pada aturan 30% luas kota adalah RTH,
mungkin beliau "lupa" bahwa Bandung memerlukan penghasil oksigen lebih banyak,
mungkin beliau "lupa" memberi akses informasi untuk diketahui dan dikritisi masyarakatnya,
mungkin beliau "lupa" pada potensi keindahan yang dimiliki oleh Bandung,
mungkin beliau "lupa" bahwa beliau juga hidup di Bandung dan (mungkin) memiliki hari depan disana,
mungkin beliau "lupa" bahwa manusia seharusnya tau diri,
mungkin beliau "lupa" bahwa dia itu manusia..

mungkin.. mungkin...
ah semua itu kan masih kemungkinan, jangan ngejudge dong!!!!!
ya iyalah kemungkinan, kan informasinya disembunyikan,
makanya dibuka dong pak informasinya, biar kita juga ga perlu ngejudge..
terima kasih sebelumnya..


-------------------------------------------------------------------------------------

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Iya Bim, dia "lupa"...

Makanya kita "ingatkan"...

cara mengingatkannya ya tergantung, tergantung kadar kelupaannya...

- Apakah lupa beneran
- Apakah lupa-lupaan (antara lupa ama inget)
- Apakah sok lupa

Karena bagi gw manusia ada 4 jenis:
- Manusia yang tau kalo dia lupa
- Manusia yang ga tau kalo dia lupa
- Manusia yang tau kalo dia ga lupa
- Manusia yang ga tau kalo dia ga lupa

Kalo dia jenis keempat...
Masak ada pejabat sepandir itu...

Atau Dada Rosada emang pandir kali ya...

Unknown mengatakan...

(menolak nyebut nama)

klo ngeliat gejala2nya, tampaknya si tuan emang pandir (menurut kita)..

tapi mgkn si tuan justru ngeliat kita yg pandir..

si tuan itu sih mungkin ngerasa sangat cerdas sampe NGERASA berhasil menipu masyarakat umum dan bahkan kaum intelektual seperti saudara hanief..

tapi ya namanya manusia, secerdas2nya pasti bisa khilaf..

dan klo emang khilaf, cara mengingatkannya ya tegantung kadar ke-khilaf-annya.. karena manusia terbagi 4, dan seterusnya..

Posting Komentar