Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

garis lurus

Minggu, 01 April 2012
nemu tulisan lama di skecth book :D

dimana pernah ada garis lurus
atau apakah sebenar-benarnya gars lurus itu
bukankah dia adalah rataan dari tiap gejolak
dalam sekumpulan data
yang batasnya ditentukan sendiri
sesuai kepentingan kesatuan ego?

maka marilah kita nyatakan
bahwa garis lurus adalah bentukan ego

sehingga sampai lah kita pada sebuah pertanyaan sederhana
apakah sebenar-benarnya ego itu?
dan kenapa ego itu merasa perlu
untuk mengklaim eksistensi sepenggal garis lurus?

ego dipandang dan nyata dalam sebuah keniscayaan
sama halnya dengan seluruh elemen ketuhanan lainnya
dan dengan keegoisan sang ego, menggambar dan membentuk sebuah garis lurus
sebagai landasan untuk kembali pada bentuk umumnya atas nama tuhan
menjelang dan menjemput kodrat abadinya untuk berpindah, dan
mengembalikan kedaulatan ego kepada energi yang menjadi alasan eksistensinya

lalu kita akan kembali bertanya
jika demikian alasan adanya garis lurus,
dan jika demikian definisi garis lurus,
bagaimana posisi garis lurus terhadap osilasi perilaku sang ego?

osilasi kemudian garis lurus kah?
garis lurus kemudian osilasi kah?
atau bagaimana?

kembali diajukan pertanyaan sederhana,
apakah semua ego adalah sama adanya?

jika tidak,
mari kita biarkan tiap ego menentukan sendiri aturan garis lurusnya
dan biarkan masing-masing mendefinisikannya sendiri

karena pada dasarnya
garis lurus itu adalah rataan dari tiap gejolak
dari ego yang mengalaminya

ditulis di cabe rawit ciumbuleuit, 1 februari 2010

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

pencarian sang air

Sabtu, 10 Juli 2010
menarik. menengadahkan kepala
mengamati bagaimana awan bergulung, bergerak bersama kawanannya
menikmati dorongan angin yang bergerak lurus dalam ringan geraknya
sesekali berputar,
menari mengitari dan melewati siapa saja yang menghalangi jalurnya

jauh di sana terlihat langit menghitam,
sesekali meneteskan kebeningan
di sini, langit terlihat cerah
garis garis cahaya berpendar menampakkan buah karya sang pencipta
kawanan awan sesekali melintas
dan berlalu terdorong tawa riang sang angin

"turunkan kepalamu dari angkasa!"

kuingat suara itu menghardikku tepat di saat ku mulai terbuai
kanan dan kiri yang kutoleh menyadarkanku kembali
bahwa aku terapung di sini,
diantara sekumpulan butir air yang menyatu
sesekali terasa tekanan tekanan di sekelilingku,
beberapa menimpa tubuhku
kudongakkan kembali kepalaku.

awan gelap tepat di atasku!
bersama kilat kilat yang berteriak sesaat tanpa suara
dan terdengar suaranya di saat berikutnya
kemudian tetesan tetesan mulai berjatuhan
menghujaniku dengan diriku sendiri

hey, ini menyenangkan!
aku yang awalnya hanya berupa butiran,
kini seluas lautan..
ah tidak, terlalu berlebihan
aku hanya berada di sebuah bendungan

lama kelamaan kesenangan itu mulai terkikis
kini mulai terasa himpitan akibat hujan yang menerus
diriku pun makin terdorong dalam tiap ombang ambing.

cukup lama.
hingga lalu terasa tubuhku membentur sesuatu
dinding.
ah ya, aku kini di sisi sebuah bendungan

hujan belum berhenti, himpitan makin meraja
gila! sampai kapan dinding ini sanggup meregang?!

hingga akhirnya tiba di batasnya
dinding pun buyar, aku pun terlontar
energi himpitan berubah menjadi dorongan kuat
sangat kuat!

seakan tayangan lambat aku melayang
entah sejak kapan hujan berhenti
ah, segar sekali
akhirnya aku bisa menyatu dengan tawa dan tari sang angin
seakan menyatu dengan semesta

cahaya menampakkan pelangi di ufuk sana
dengan senyum melebar kujulurkan tangan hendak menggapainya
terbang bebas ke arah pelangi

sedikit lagi..
sedikit lagi..

dan

hey, aku mulai merendah!
aku terus turun makin lama makin cepat
ah, ada apa ini? kenapa begini?!

lajuku terus meningkat sampai aku membentur batuan
terpelanting aku masih dalam kaget
suara bergemuruh menolehkan aku ke belakang
sebelum ku sadar, aku telah terdorong

hey, ini kawananku tadi, para butiran air!
terus aku terdorong dan jiwaku kembali berucap,
"nikmatilah, disinilah tempatku, mengalirlah kodratku.."
tak terpikir lagi tarian angin,
kususuri saja lekuk liku tubuh pertiwi
meraba dan menyusupinya dengan tubuhku
melolosi tiap lubang sebagai sebuah peluang
mereguk nikmat demi nikmat dalam kasar dan tajam batuannya

hingga makin dalam
energi dorongan makin melemah
dan tarikan bumi semakin menguat
hingga pada akhirnya
hangatnya perut bumi akan menguapkan habis ragaku.

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

coretan dan dongeng

Minggu, 04 Oktober 2009

Sejak beberapa hari terakhir ini saya asik bercengkrama dengan kertas dan bolpen, sesekali ketemu papan kunci dan neken-neken beberapa huruf yang tergambar di mukanya. Sesekali juga membelai tikus yang berkabel. Sesekali juga ngelongok ke mata anehnya temennya si kawan hitam.

Sesekali juga saya keluar dari gua berlantai mblendung yang ga juga diberes-beresin sama si empunya kuasa. tersengat panas matahari bandung di waktu siang, ngedenger suara canda bocah-bocah berseliweran make seragam, bersendawa bersama kawan-kawan biru yang mulai menampakkan kedewasaan dalam pikiran dan habitatnya masing-masing, duduk di sebuah sandaran menonton parodi yang diselenggarakan oleh sebuah institusi ternama sambil berkomentar dan/atau tidur di tengahnya.

Atau bahkan keluar saat matahari udah tidur lagi, sekedar nyari rokok dan/atau kopi sambil lewat berkomentar ke para tetangga yang ngariung di depan sebuah rumah bertingkat, menggelar meja di belakang sebuah mobil dengan modus bermain gaple padahal menanti pulangnya seorang anak kos berkulit putih berwajah manis berkelakuan bebas. Dan kadang ikut duduk bersama mereka sekedar melempar gosip tentang ini itu sambil ngisep beberapa batang rokok sebelom akhirnya balik ke sebuah gua yang dengan seenaknya saya sebut sebagai studio.

Kembali mengambil bolpen, meracau di atas kertas, sambil sesekali neken-neken papan kunci dan ngelongok ke mata anehnya temennya si kawan hitam.

Saya liat-liat lagi apa yang udah kecoret di berlembar-lembar kertas. Sebentar saya bengong ngliatnya sambil mikir ‘ni apaan sih?’ dan setelah sekian teguk kopi panas dan sekian isep rokok kretek baru deh pertanyaan tadi kejawab ‘owh, ini kan yang tadi..’. dan berusaha nyoret sesuatu di kertas sambil mikirin jawaban pertanyaan barusan yang dirasa cukup menjawab padahal ngawang-ngawang.

Buntut dari jawaban pertanyaan itu adalah sebuah ide bernama ‘ulang lagi aja ah..’ dan saya mulai nggambar trus diikuti dengan keterangan-keterangannya (mungkin kata ‘kegelapan’ agak lebih cocok utk gantiin kata ‘keterangan’). Tapi ga ngaruh lah semua pikiran-pikiran kaya gitu, sejauh ini mereka ga ngubah arah (baik terhadap waktu maupun komponen ruang) pikiran melenceng dari aliran utama pikiran saya.

Dan inilah dia, satu dari sekian lembar, saya cuplik yang dapat terbaca dengan paling jelas.



Tenang, harap kita semua tetap berpikir positif.

Dengan pikiran positif gambar di atas bisa berubah jadi sebuah cerita menarik tentang sekumpulan mahluk di dalem sebuah ruang tertentu. Anda ga percaya? Sama, saya juga.

Gini aja, sekarang silakan anda nyamankan posisi duduk anda, senyaman mungkin, nyandar kalo perlu atau naikin kaki ke meja atau duduk a la warteg, bebaskeun weh meh santai. Kalo anda akan ngerasa nyaman setelah nge-close halaman ini, silakan di-close. Gimana nyamannya aja lah.

----------


mahluk seperti ikan dan sang raksasa


Jadi begini, pada suatu ketika di malam yang dingin dan gelap sepi, benakku melayang pada sekumpulan mahluk seperti ikan; bersirip, bernafas dengan insang, tapi dia punya taring yang besar dan kuat, kita sebut saja dia ‘mahluk-seperti-ikan’. Mahluk ini berhabitat di laut terdalam, demikian habitat mereka sehingga mereka dikaruniai kemampuan penglihatan yang sangat buruk, atau kita sebut saja mereka buta. Di samping kekurangan dalam hal penglihatan, secara alamiah mereka diberi anugerah umur yang sangat panjang sampai waktu tak terhingga, kita sebut aja mereka mahluk abadi.

Mereka masing-masing berenang kesana kemari, bergerak bebas ke segala arah, tanpa terbelenggu oleh suatu apa pun. Dalam kondisi tanpa gangguan dari mahluk lain, gerakan mereka adalah murni milik kehendak mereka sendiri.

Tanpa mereka sadari, sesosok raksasa mengintai mereka dari atas kapalnya yang hampir tenggelam. Sang raksasa telah bersiap dengan tombak di tangan kanan dan jaring di tangan kirinya. “lumayan lah buat cemilan!”, demikian pikir sang raksasa.

Dengan gerak perlahan tapi pasti, sang raksasa melemparkan jaringnya yang langsung terbenam di laut tersebut. Gerakan mulus si jaring dalam ayunannya mengikuti arus membuat mahluk-seperti-ikan tidak menyadari bahaya yang akan segera menyergap mereka.

Tak berapa lama jaring tersebut telah menyelimuti sebagian mahluk-seperti-ikan. Dan dengan satu hentakan cepat tangan sang raksasa membawa jaring tersebut membungkus sebagian mahluk yang masih belum juga menyadari bahwa diri mereka berada di dalam ruang baru yang tercuplik dari lautan luas.

Mahluk-seperti-ikan yang berada di bagian yang nempel dengan jaring lambat laun mulai nyadar bahwa mereka kini dibatasi oleh sesuatu yang halus dan berbentuk jaring, dia segera memberitau kawan-kawan lainnya yang langsung bergerak masing-masing menandakan kepanikan mereka. Insting untuk bertahan hidup membuat beberapa dari mereka secara inisiatif segera mengerumuni satu celah jaring dan berusaha memperbesar celah itu agar mereka dapat keluar.

Dan berhasil! Sebuah celah telah terbentuk di bagian itu dan beberapa dari mereka melaju keluar dari kungkungan jaring. Celah itu demikian pasnya dengan ukuran badan mereka jadi untuk ngelewatinnya mereka harus bergerak tegak lurus dengan lebar celah. Sayangnya, mereka lupa memberitau kawan-kawan lainnya bahwa ada lubang yang dapat digunakan untuk keluar.

Sekarang jumlah calon makanan raksasa itu berkurang sebagian. Jumlah pengurangan mereka sama dengan jumlah mahluk-seperti-ikan yang bergerak dengan kecepatan tertentu yang ngelewatin satu-satunya celah itu. Karena mereka mahluk abadi, maka jumlah mereka di lautan itu tidak berkurang satu pun.

Sang raksasa dengan cepat dapat nyimpulin bahwa kekekalan jumlah mereka dinyatakan sebagai perbandingan antara jumlah pengurangan mereka di dalam jaring dengan jumlah mereka yang keluar dengan kecepatan tertentu yang ngelewatin celah. Dan dengan anggapan seperti itu, sang raksasa merasa tidak perlu khawatir kalo saat ini dia cuma dapet sedikit mahluk-seperti-ikan, toh dia bisa ngambil sisanya di kemudian waktu.

Melihat reaksi mahluk-seperti-ikan yang bergerak liar ketika dia tarik jaringnya tadi, dia mendiamkan jaringnya sesaat dengan harapan mahluk-seperti-ikan lupa bahwa mereka sedang dijaring. Dan memang ternyata mahluk-seperti-ikan terlihat tenang seperti sediakala.

Sang raksasa tiba-tiba menghentak kembali jaring dengan kuat sehingga sekeliling jaring menekan ke dalam. Seketika itu juga tekanan yang diberikan seluas permukaan jaring membuat mahluk-seperti-ikan di dalamnya kembali menjadi panik dan kembali bergerak membabi buta. Mereka tiba-tiba mengubah kecepatan gerak mereka, mengubah arah gerak mereka, dan dalam perubahan itu ada yang dengan beruntungnya berhasil kabur melalui celah. Kembali jumlah mereka berkurang, menyisakan para mahluk-seperti-ikan yang terperangkap dalam kekalutan.

Melihat reaksi mahluk-seperti-ikan yang seperti itu, sang raksasa kembali berpikir “emangnya sekeras apa sih gw nariknya tadi, kok segitunya amat reaksinya?”.

…..bersambung

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

alunan sajak bunga

Senin, 02 Maret 2009
wah, bunga ini harum sekali
celoteh seorang anak kepada kawannya
iya, memang harum sekali
begitu ditanggapi oleh kawannya
bukan mawar, bukan anggrek, bukan melati, bukan kamboja
entah bunga apa itu

bayangkan
batang kurus menjulur dari tanah ke atas
batang kurus tanpa duri
bercabang panjang dan juga kurus
masih tanpa duri
berujung kuntum bunga berwarna abu
juga tanpa duri
tapi sangat harum

lalu kusentuh bunga itu
dan mengalirlah sajak demi sajak dari sana
tepat keluar dari tengah kelopaknya
yang belum merekah sempurna
sajak sajak itu teruntai mengalun mengikuti angin
tanpa arah yang pasti
melambai, terhembus
melambai kembali, terhembus kembali

tiap hembus angin melambaikannya
aku coba mengamati
adakah gerak kontinu yang dapat dipolakan
ya, ada pola disana
senang sekali
dan kukatakan pada kawanku
lihatlah pola itu
tiap angin berhembus, sajak itu akan ikut
mari kita baca anginnya
kecepatannya berubah terus tiap waktu
dan setelah waktu tertentu, arahnya lah yang berubah

betul juga kawan
sahut kawanku sambil melanjutkan
jangan kau dengar sajak itu
teruslah kau perhatikan polanya
perhatikan koridor geraknya
dan perhatikan kemana dia melaju
amatilah bahwa sajak sajak itu
melaju tepat ke tempat sampah

aku duduk diam
kawanku duduk diam di sampingku
kau benar kawan
sajak indah itu
yang mengalun bagai angin
merdu bagai nyanyian dari langit
ternyata tak lebih dari sampah
yang teronggok tanpa nyawa
terbaring lusuh bersama sampah
yang akhirnya terbuang tanpa harga

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

melihat manusia dan cahaya

Rabu, 11 Februari 2009
mengamati manusia hilir mudik
terang dan gelap berselang ritmis tanpa henti
suara pun hanya berayun ayun dalam imajinasi
silih berganti berkeciap ciap minta diperhatikan

seseorang datang, tersenyum membuka bibirnya sebentar 
lalu melanglang lagi entah kemana
seseorang lain datang tanpa senyum
langsung melontarkan kalimat kalimat sarkasme dengan gerakan bibir
tanpa suara
lalu datang kembali seseorang lain lagi
tersenyum sejenak lalu menimpali sarkasme dengan gurauan
lalu tersenyum kembali dengan tenang

belum cukup pantomim itu hanya dengan dua aktor
beriringan empat tubuh dengan tinggi yang berbeda datang ke pelabuhanku
duduk lalu salah satu dari mereka membuka bibirnya
dan menggerakan bahasa yang mengartikan fenomena tertawa
sementara satu lagi dari mereka menguatkan 
dan mengendurkan sebagian otot mereka dan membentuk ekspresi tidak suka
satu yang lain hanya terlihat tertawa
sedangkan satu yang terakhir terus menggerakan bibirnya
dengan bentukan otot wajah yang menggambarkan pelecehan

enam macam pesona berada dalam enam macam bentuk individu
meletakkan siku mereka pada satu meja yang sama
pada akhirnya terlihat suatu cahaya bulat berada di tengah mereka
mereka melihat dan menunjuk ke cahaya itu
sambil menggerakan bibir mereka bergantian
sesekali melihat padaku dan menggerakkan bibir mereka
lalu melihat ke cahaya di tengah mereka
dan semua itu terjadi tanpa suara

entah apa cahaya itu sesungguhnya
entah apa yang mereka nyatakan dalam tiap gerak bibir mereka
entah apa maksud ekspresi yang terbentuk dari persepsi
atas geliat otot wajah mereka

aku tidak menyentuh, tidak mendengar dan tidak berucap
aku hanya melihat
dan yang kulihat adalah
enam pesona yang makin menampakkan diri masing masing
dan terjadi karena munculnya cahaya di tengah mereka

-----

lalu mereka melihat padaku
menggerakan bibir bibir mereka
lalu pergi bersama
kini hanya tinggal aku dan mejaku

sampai kemudian datang tiga sosok manusia
dengan gerak bibir yang bergantian satu sama lain
duduk tepat di sekitarku
dan membentuk cahaya di tengah mereka

gelap telah menemani langit
dan terang akan kembali lagi suatu saat tertentu
semuanya terus terjadi tanpa suara
tapi ritme mereka seolah berdebum di otakku
seolah mengajakku untuk mengamati mereka

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

kemana anda melihat?

Selasa, 14 Oktober 2008
photo editting by: bergas bimo branarto


apa yang anda lihat dari gambar ini?
jika anda "melihat yang tidak terlihat", mungkin anda akan lansung menyetujui begitu saja RUU pornografi..
tapi jika anda "melihat yang ada pada gambar", mungkin anda akan mendapatkan banyak cerita, bahkan hal2 yang jauh dari unsur hasrat seksual semata..

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

cermin

Senin, 06 Oktober 2008
tulisan jaman dulu, dibaca lagi ternyata kok masih nyambung ma pengalaman sekarang ya..
post lagi aja deh..

CERMIN

kutemukan diriku
di balik pantulan sebuah cermin
kupandangi diriku
yang memandangi sebuah cermin
cermin yang bukan milikku
dan bukan diriku di dalam cermin itu

ini cerminnya
dan ini pantulannya
aku sedang memandanginya
aku masuk ke dalamnya

kembali kupandangi diriku
dalam pantulan sebuah cermin
kupandang diriku memandangnya
dalam pantulan cerminnya

ini bukan cerminku
tapi ada aku di dalamnya
ini adalah pantulannya
dimana aku melihat pantulanku

mataku mencari matanya
mungkin matanya mencari mataku
mataku menemukan mataku padanya
mungkinkah matanya adalah mataku?


-damairoom 120906-
bergas bimo branarto

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

beda peraturan dan sastra

Kamis, 25 September 2008
apa hal yang paling mbedain peraturan dengan sastra?

makin banyak tafsir yang dihasilkan oleh suatu karya sastra, maka makin tinggilah nilai ke-sastra-an nya..

sedangkan

makin banyak tafsir yang dihasilkan oleh suatu peraturan, maka makin rendahlah nilai keteraturan yang akan dihasilkannya..

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

mari bertanya sesat dimana

Selasa, 09 September 2008
kenapa..
selalu ada begini
hanya karena begitu

kenapa..
harus ada sebab
sebelum ada akibat

kenapa..
selalu ada kata tanya
sebelum ada jawaban

kenapa..
selalu banyak tanda tanya
sebelum tanda seru atau titik

kenapa..
kenapa selalu ada kenapa?

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

seven

Jumat, 05 September 2008
merujuk pada karya Dante Alighieri (1265-1321), seorang sastrawan dan pelukis, yang tertulis dalam karyanya "divine comedy".. dalam karya itu disebutkan "seven deadly sins" yang digambarkan sebagai menara/piramida "penyucian" dalam kepercayaan kristiani. 7 hal tersebut menurut urutan dari dasar sampai tingkat tertinggi; pride (kebanggaan), envious (kecemburuan), wrathful (kemarahan), slothful (kemalasan), avaricious (greed/ketamakan), gluttonous (rasa lapar dan haus yg belebihan), lustful (birahi). ketujuh hal tersebut merupakan hasrat keduniawian yang dimiliki oleh manusia.

tokoh utama dalam film ini adalah 2 orang polisi dengan karakter yang sangat bertolak belakang. yang satu udah cukup berumur dan sangat bijak menggunakan emosinya sedangkan yang satu lagi masih muda dan emosional.

film ini menggambarkan serangkaian pembunuhan berantai yang merujuk pada kebiasaan2 tersebut. tiap kebiasaan memakan satu korban. dalam tiap TKP ditemukan tanda berupa tulisan yang menunjukkan kebiasaan yang salah pada korban.
1) korban pertama merujuk pada kebiasaan gluttony; korban adalah orang yang sangat gendut dan mati dengan kepala "tenggelam" pada piring berisi makanan.
2) korban kedua merujuk pada greed; korban mati dengan kepala tertunduk dan sepotong dagingnya dipotong dan ditimbang seberat 50 ons (dlm kepercayaan kristiani, "daging" berarti keduniawian, istilah keduniawian berarti meninggalkan hal2 yang spiritual yang mengajarkan ketulusan memberi).
3) korban ketiga merujuk pada sloth; korban mati terikat pada tempat tidurnya dengan kondisi kurus (tidak bergerak untuk cari makan selama berhari-hari), tubuh penuh koreng, di kamar yang sangat berantakan dan tidak terawat.
4) korban keempat merujuk pada lust; korban seorang PSK, mati dengan kemaluan hancur tercacah karena seorang "pelanggan" dipaksa bercinta dengan korban dengan mengenakan alat yang dipasang pada kelamin pria dan ujungnya dipasang pisau.
5) korban kelima merujuk pada pride; korban seorang wanita yang ditemukan mati dengan kondisi tanpa hidung. di atas mayat terdapat lukisan foto wajah korban yang ternyata memiliki wajah cantik.
untuk melengkapi 7 "dosa" itu berarti si pembunuh harus membunuh 2 orang lagi dengan label "wrathful" dan "envy", tetapi dia telah ditangkap oleh polisi sebelum melakukan pembunuhan itu. tetapi ternyata pembunuhan itu tetap terjadi, kok bisa??? nonton aja...

menurut gw sih film ini berbicara tentang humanisme tetapi dengan cara yang sebaliknya. seakan menyampaikan sebuah dilema masyarakat tentang kondisi antara kemanusiaan dan ketuhanan. ditampilkan bahwa alasan si pembunuh melakukan itu semua adalah "perintah tuhan" yang menunjuknya untuk menghentikan dosa2 (7 hal tadi) yang banyak terjadi di lingkungannya, agar "terselamatkan" untuk kehidupan bermasyarakat selanjutnya. tetapi ada dilema bahwa metode untuk menghentikannya itu melanggar hak asasi manusia, yaitu dengan mencabut nyawa.
so, menurut lu, mana yang lebih baik?

overall, film ini keren menurut gw, layak untuk ditonton..

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

tanah

Rabu, 25 Juni 2008
dari pertama aku lihat dunia
aku langsung sadar, bahwa semua hal
akan terjatuh kepadaku
semua hal..
SEMUA HAL!!
tai yang terlempar dari pembuangan binatang,
kencing yang tercucur sampai akhirnya menggenang,
ludah dari hewan-hewan yang dipenuhi nafsu

dan ada saatnya aku muak dengan itu semua,
dan ketika saat itu tiba
kubentakkan semua gelegak yang telah lamaku pikir dan rasakan
kuteriakkan pada mereka

"hoi hewan-hewan keparat, tidak cukup kalian injak-injak aku,
sekalian juga kalian beraki aku, kencingi aku, ludahi aku.
tapi seperti biasanya,aku hanya mempertanyakan
saat kalian melakukan itu semua terhadapku,
apakah kalian lupa,
apakah kalian tidak sadar bahwa kalian bermula dari aku
dan berakhir menjadi aku,
seperti halnya aku adalah mahluk seperti kalian
pada generasi sebelum kalian..."

ketika itu juga mereka menangis,
mereka berkeringat..
dan air mata dan keringat mereka juga berlelehan
membanjiri aku..
percaya kan, semua hal akan terjatuh padaku..

aku sendiri hanyalah sebutir partikel
yang bahkan aku sendiri tidak tau ukuranku,
tapi aku selalu berkumpul dengan mahluk-mahluk seperti aku
sehingga kumpulan dari sebutir demi sebutir "aku" menjadi satu
dan menyebut dirinya AKU,
dan hewan-hewan keparat itu menyebut AKU sebagai tanah..

dasar hewan-hewan keparat yang bodoh;
kalian berbeda karena nalar,
tapi aku lihat kalian sebagai
"hewan-keparat-bodoh-yang-berharap-memiliki-nalar"
kalian bahkan tidak sadar,
setelah kalian memperlakukanku sedemikian rupa,
kalian berpijak kepadaku dengan kepala kalian,
sehingga mata kalian tepat berada pda ludah yang kalian lepehkan,
hidung kalian tepat berada pada kencing yang kalian cucurkan,
dan mulut kalian,
tepat berada pada tai yang kalian lemparkan dari pembuangan kalian sendiri...

aku cuma seonggok tanah,
tapi aku lihat kalian dengan jelas,
aku tidak mengecam kalian,
tapi aku mempertanyakan:

"hoi manusia, yakinkah kalian,
bahwa kalian bukan sekedar hewan-keparat-bodoh-yang-berharap-memiliki-nalar????"



karang tumaritis 200408
bergas bimo branarto

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------