take it simple

Rabu, 03 September 2008
emosi
rasio
emosi
rasio
emosi
rasio
emosi

kenapa ga ditulis sebaris yah? kenapa emosi duluan?

kita butuh emosi untuk mulai bergerak dan berpikir..
dalam bergerak dan berpikir, yang digunakan adalah rasionalitas kita..
tapi ada kalanya, seseorang make emosinya terus bahkan dalam bergerak,
dan emosi (karena berasal dari adrenalin yang entah gimana reaksinya dalam tubuh) suka bikin otak jadi mampet dan ga bisa mikir..

suatu hal yang sebenernya simpel, gara2 emosi hal itu bisa jadi super-duper-hiper-mega-kompleks-banget.. saat kita ngeliat suatu hal sedemikian kompleks, emosi kita akan makin nuntun kita untuk bertindak membabibuta..

bebas2 aja sih, ga ada yang ngelarang..

tapi bayangin, kalo lu membabibuta, siapa yang akan seneng?
yang seneng adalah orang yang bikin lu sedemikian emosi, karena saat lu membabibuta (yah namanya juga buta, babi lagi!!) lu gampang banget untuk diarahin sesuai keinginan si pembuat emosi..
kalo tujuan doi bagus, ya nyantai aja..
tapi kita ga pernah tau isi pikiran orang lain..

so?
take it simple..
pake emosi secukupnya,
pake rasio untuk melihat dan mengolah, lalu bekerja lah dengan emosi lagi..


-------------------------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Poskan Komentar