soekarno muda

Jumat, 15 Agustus 2008
beberapa kali, di dalam kampus itb, sering terdengar komentar dari temen2 sesama mahasiswa itb dalam suatu forum: "kita adalah soekarno-soekarno muda", klo ga salah inget waktu oskm juga sempat terdengar kalimat serupa dari senior kepada juniornya..

jadi muncul pertanyaan di pikiran gw: "emang gw mau jadi soekarno???"

soekarno emang salah satu pembentuk sejarah indonesia yang sangat berpengaruh sampai kehidupan kita sekarang.. tapi bukan berarti lantas tiap orang ingin jadi seperti soekarno.. gw adalah gw.. soekarno hebat, gw ga meragukan itu, tapi gw adalah bergas bimo branarto, bukan soekarno muda..

saat gw beranjak tua nanti, gw akan tetap menjadi bergas bimo branarto, bukan menjadi soekarno...


-------------------------------------------------------------------------------------

5 komentar:

aLiE mengatakan...

iyah bim ,,

gw juga ga mau jadi soekarno...
tp klo yg istri banyaknya c bole deh...
wakakkaka...

istrani ayu mengatakan...

Bener bgt gas..
Kita harus jadi diri sendiri.
Soekarno ya soekarno..
kita ya kita..

Hidup ini terlalu singkat untuk menjadi orang lain!

catur mengatakan...

haha setuju bgt mas bimo
kita gak usah jadi soekarno
kalo kita bisa jadi orang yang lebih hebat dari soekarno
trus ngapain harus maksain jadi soekarno!!

Anonim mengatakan...

Tak pernah menyadari apa yang telah diberikan pejuang kepada kita, itu adalah awal kehancuran suatu bangsa, merka yang telah berjuang adalah motivasi untuk kita, tidak akan muncul soekarno lain di indonesia, karena dia adalah tokoh bangsa indonesia yang tidak kan terganti,dan Dunia pun mengakuinya.teramat sedihnya bangsa ini jika pemuda berfikir seperti anda..., wlwpun anda berhasil.

bergas bimo branarto mengatakan...

saya tulis: "soekarno emang salah satu pembentuk sejarah indonesia yang sangat berpengaruh sampai kehidupan kita sekarang.."
anda tulis: "Tak pernah menyadari apa yang telah diberikan pejuang kepada kita..."

--

saya pikir awal kehancuran suatu bangsa adalah ketika seseorang terlalu cepat bikin kesimpulan sendiri dan menjustifikasi orang lain tanpa mahamin konteksnya.

biar lebih jelas buat anda, konteksnya adalah: soekarno hebat, ga perlu diragukan lagi, tapi tiap orang adalah dirinya sendiri dan masing2 berpotensi jadi pelaku sejarah suatu hari nanti sesuai karakter dan bidangnya, bahkan ga nutup kemungkinan bisa jauh lebih hebat dari soekarno.

Posting Komentar