changeling; opini, cita-cita, harapan dan perjuangan

Selasa, 14 Juli 2009

changeling, a creature found in Western European folklore and folk religion. It is typically described as being the offspring of a fairy, troll, elf or other legendary creature that has been secretly left in the place of a human child. The apparent changeling could also be a stock, an enchanted piece of wood that would soon appear to grow sick and die. identified by voracious appetite, malicious temper, difficulty in movement, and other unpleasant traits.

film yang diproduksi oleh clint eastwood ini diambil dari kisah nyata yang terjadi pada 1928 di Los Angeles. tentang seorang ibu (angelina jolie) single parent yang kehilangan anaknya. setelah berbulan-bulan akhirnya polisi (LAPD) mengatakan bahwa mereka menemukan anak ibu tersebut di luar kota dan akan membawanya kembali ke kota asalnya dengan menggunakan kereta. saatnya tiba dan ibu itu terkejut karena anak yang 'ditemukan' oleh LAPD ternyata bukanlah anaknya.

dia mengatakan pada polisi2 itu bahwa anak tersebut bukanlah anaknya, tetapi dia dituduh menjelek-jelekkan citra polisi di masyarakat, bersikap tidak bertanggungjawab dan ingin melepas kembali anaknya yang telah 'ditemukan' itu, serta tuduhan sakit jiwa karena terus menerus 'menolak mengakui' bahwa anak itu adalah anaknya.

kemudian cerita diperluas kembali mengenai sejarah LAPD pada masa itu yang bertindak seperti mafia, memutarbalikkan fakta, membentuk opini dan menindak siapa pun orang yang dianggap menghambat dan/atau menjelekkan citra polisi di mata masyarakat. polisi-polisi ini bertindak tak ubahnya NAZI yang menghukum 'para pengganggu' langsung di tempat dengan kejam.

akhirnya si ibu dibawa ke rumah sakit jiwa, yang ternyata juga menampung banyak pasien yang bernasib sama sepertinya. dituduh sakit jiwa karena menentang polisi melalui berbagai media (media cetak dan radio).

sementara itu, ketika para polisi 'disibukkan' oleh urusannya menindak para 'pemburuk citra polisi', ada seorang psikopat yang melakukan pembunuhan massal terhadap anak-anak di suatu peternakan. hal ini diketahui setelah ada seorang anak, yang mengaku telah membunuh 20-an anak-anak dibawah ancaman bahwa jika dia tidak melakukannya maka dia akan dibunuh, diajuga mengatakan ada tiga anak yang berhasil melarikan diri. setelah penyelidikan lebih lanjut ternyata anak ibu tersebut adalah salah satu dari anak-anak yang pernah berada di peternakan tersebut.

gimana 'perang' antara polisi dengan masyarakat?
apa yang dialami oleh sang ibu selama berada di rumah sakit jiwa?
apakah anak itu termasuk yang melarikan diri atau bernasib dengan kematian tragis?
nonton aja..

-------

ada beberapa hal yang saya dapat dari film ini:

1) opini publik.
secara psikologis manusia dibentuk oleh lingkungannya. secara sadar atau tidak, manusia pada umumnya memiliki kecenderungan untuk mengikuti 'tuntutan' dan 'image' lingkungan terhadap dirinya. hal ini bisa jadi positif bisa juga negatif, tergantung bagaimana lingkungan tersebut 'menuntut' atau menjustifikasi seseorang. jika tuntutan dari lingkungan bersifat konstruktif, maka karakter dan psikologi manusia yang terlibat di dalamnya akan terbentuk dengan baik. tetapi jika tuntutan bersifat destruktif, hasil yang akan terbentuk bisa jadi sangat buruk bagi manusia itu.

justifikasi ini terus berlangsung selama kehidupan sosial seseorang dengan lingkungannya: bisa melalui penggunaan kata2 dalam komunikasi sehari2 (contoh: penggunaan bahasa jawa/sunda tradisional yang mengacu pada sistem 'kasta'), atau dalam bentuk tawaran-tawaran kerjasama (contoh: jika seseorang terus menerus menerima tawaran, misalnya urusan fisika, lama kelamaan akan membentuk minat seseorang itu kepada fisika dengan tujuan utk menerima tawaran tsb), atau bisa juga melalui substansi dari obrolan sehari-hari (contoh: seseorang yang terus menerus mendengar obrolan-obrolan tentang politik, lama kelamaan dia akan 'nyambung' dalam obrolan yang mengenai politik (ini berkaitan dengan informasi yang dimiliki orang itu dalam 'transaksi' informasi sosial)).
selanjutnya bisa kita bayangin kalo seseorang secara terus menerus 'disusupi' oleh lingkungannya dengan kalimat "eh goblok, bisa bikin pisau kan? cepetan bikin trus kita iris-iris tuh politikus busuk yang doyannya ngesex dan narkoba melulu!".

apa yang akan terjadi jika ada pihak yang dengan sengaja membentuk dan memanfaatkan justifikasi publik terhadap seseorang? jika justifikasi yang dibentuk bersifat positif dan konstruktif maka seseorang itu akan berkembang dengan kepercayaan diri dan pembentukan karakter yang hebat. tapi jika justifikasinya bersifat destruktif, apalagi dalam rentang waktu yang lama, maka yang akan terjadi adalah hancurnya karakter dan kepercayaan diri orang tersebut dalam lingkungannya. akan lebih berbahaya lagi jika sampai menimbulkan efek minder, trauma dan obsesif karena dapat memicu lahirnya seorang psikopat.

saya percaya bahwa setiap manusia yang hidup adalah unik. keunikan tersebut merupakan pengejawantahan dari berbagai pengalaman dan persepsi pribadi yang melahirkan sebuah karakter. sehingga tidak mungkin ada dua orang atau lebih yang memiliki karakter persis sama. karakter inilah yang akan menjadi 'nilai jual' atau 'harga diri' dalam interaksi sosial. jika dalam interaksi sosial yang terjadi adalah penghancuran karakter, maka sama dengan mematikan nilai jual secara sosial dan sama saja dengan membunuh orang tersebut secara perlahan dan tidak langsung.

2) cita-cita, harapan dan perjuangan.
pembentukan opini merupakan hal yang sangat lumrah terjadi. yang jadi masalah adalah apakah kita akan termakan sebagai korban pembentukan opini terhadap kita atau tidak.

segala bentuk pengalaman dan cara kita memandang hal-hal yang kita alami pada akhirnya kan membentuk persepsi kita. persepsi yang sifatnya pribadi ini akan dibaurkan pada kondisi sosial sehingga akan membentuk diri kita untuk memiliki sebuah tujuan atau cita-cita. dalam menggapai tujuan tersebut, tentu tidak akan lepas dari adanya sebuah harapan untuk mencapainya. dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa cita-cita/tujuan dan harapan adalah bagian dari karakter kita.

dengan memperkuat tujuan pribadi, menggenggam harapan dan keberanian untuk berjuang, berarti kita memperkuat karakter kita dalam lingkungan sosial. dikatakan sebagai tujuan pribadi adalah karena apa pun tujuannya, selama tujuan itu diperoleh dengan kesadaran dan pemikiran kita, berarti tujuan tersebut merupakan buah dari nalar dan persepsi kita. harapan merupakan bagian dari pola pikir kita, jika kita berpikir optimis maka harapan akan selalu ada dan jika kita senantiasa pesimis maka harapan jelas tidak akan muncul. dan jelas juga bahwa cita-cita dan harapan akan jadi sampah aja kalau ga diimbangi dengan perjuangan.

tidak selalu perjuangan akan mendapat dukungan dari lingkungan. seringkali perjuangan yang kita lakukan bertentangan dengan perjuangan menurut opini publik. di sini lah arti perjuangan yang sebenarnya, sampai sejauh mana kita berani membela apa yang kita yakini benar dan tidak terseret oleh opini publik.

kata kuncinya adalah kepercayaan terhadap diri sendiri dan meyakini bahwa tujuan dan perjuangan kita merupakan hal yang benar menurut kita dan dapat dipertanggungjawabkan.


-------------------------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Poskan Komentar