antara berbagai karakter dan sebuah mimpi

Kamis, 28 Mei 2009
kalo kita ngomong soal karakter, apa sih karakter tuh? mungkin bisa kita bilang karakter adalah sifat khas yang melekat dalam sesuatu. sifat dari sesuatu itu jelas bisa kita lihat dari tingkah laku si sesuatu itu. tingkah laku adalah buah dari kehendak, dimana kehendak adalah ekspresi dari pola pikir. ekspresi..

segala hal, sekecil-kecilnya, yang dikeluarkan oleh suatu individu adalah ekspresi reaktif berdasarkan pola pikirnya terhadap lingkungannya. intonasi, tutur kata, gerak tubuh, penampilan, semuanya adalah bentuk ekspresi.

apa yang terjadi kalo salah satu bentuk ekspresi itu ditahan? hal yang langsung terasa adalah si individu tersebut akan merasa terkekang, efek jangka panjangnya adalah: ya dirunut aja dari gambaran di paragraf pertama: sebuah karakter akan tertahan perkembangannya. 

karakter adalah proses pembentukan diri, yang didapat dari berbagai pengalaman, persepsi, analisa, dan tanggapan akan fenomena2 yang telah terjadi selama masa hidup individu itu. tiap orang pasti punya pengalaman, persepsi, analisa dan tanggapan yang berbeda-beda dalam tiap fenomena yang menimpanya. dari kedua premis itu dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter yang terbentuk pada diri tiap orang adalah berbeda. dan berarti perbedaan itu lumrah, sangat alamiah.

bukankah dunia ini indah karena adanya perbedaan?
bukankah berbagai perbedaan akan membuat sudut pandang tentang sesuatu menjadi lebih kaya?

--------------

siang tadi aku lihat anak-anak kecil, sekitar 6 orang, ada laki-laki dan ada perempuan, lagi main-main bersama. mereka lari-larian mengitari sebuah tumpukan sampah yang mengebulkan asap hitam, kelihatan ada sesuatu yang menyala di dalem tumpukan itu (mungkin api). ga lama larilah seorang bapak, umurnya sekitar 35 taunan, bawa ember berisi air, trus langsung disiramnya tumpukan sampah itu. apinya mati dan hembusan asap lebih pekat. pertanyaannya: kenapa saat disiram asap justru semakin pekat?

bukan deng, ga ada pertanyaan dlu di sini, tapi kalo ada yang mau jawab pertanyaan tadi juga silakan. :D

"kok disiram pak?" kutanya dia,
"iya nih dibakar sama anak-anak ini, ngebul! kasian tetangga" jawabnya sambil nyengir.

trus si bapak itu bilang ke anak-anak yang lagi main-main itu, "tuh asepnya ngganggu ke rumah orang, main yang lain aja ya.." trus si anak-anak itu hanya tertawa-tawa satu sama lain dan mulai lari-larian lagi.

seneng sekali ngeliat anak-anak itu, mereka keliatan begitu bebas, di sisi lain mereka juga belajar bahwa asap pembakaran sampah akan mengganggu sirkulasi udara di rumah orang lain (dan rumah mereka sendiri).

yang saya suka dari peristiwa itu adalah tidak ada kemarahan yang keluar dari si bapak, dia mengingatkan anak-anak tentang sesuatu sambil tetap mempertimbangkan kondisi emosi si anak. ada beberapa kejadian serupa dan begitu pula lah tingkah laku si bapak ini dalam menegur mereka. jika anak-anak ditegur terlalu keras, maka berikutnya mereka akan takut untuk melakukan sesuatu. rasa takut akan sesuatu itu akan menjadi kebiasaan, dan akhirnya membentuk karakter mereka.

--------

lalu saya kembali merhatiin si anak-anak itu. ada cowok, ada cewek, ada yang kelas 6 SD, ada yang kelas 3 atau 4 SD, ada yang masih TK, ada yang ngomongnya kasar banget, ada yang becandanya pake fisik (noyor, nyubit, mukul), ada yang cuma ketawa-ketawa aja. macem-macem lah sifat mereka itu. ada yang rambutnya keriting, dan diketawain terus sama temen2nya tapi dia nyengir-nyengir aja. ada yang pake baju agak bagus (yang lainnya dekil-dekil) lalu ditimpukin tanah biar sama-sama dekil, semua itu mereka lakukan sambil tertawa.

ya ampun, betapa tulusnya persahabatan mereka,
banyak banget perbedaan, tapi mereka tulus satu sama lain..
tidak ada hal yang terlalu serius, terutama dalam memandang perbedaan mereka..
tujuan mereka cuma satu: bermain!
berbagai perbedaan terangkum dalam satu tujuan yang sama,
betapa indahnya..

------------

kita punya sebuah mimpi. mungkin itu adalah mimpi yang besar dan berjangka waktu panjang. dan setelah dipikirkan dengan seksama, terlihatlah sebuah kondisi yang menjadi syarat tercapainya mimpi itu: kita ga bisa mencapai mimpi itu sendirian. minimal ada 2 orang harus terlibat dalam pelaksanaan mimpi itu.

ini mimpi yang besar! tidak mungkin selangkah dua langkah lalu tercapai. butuh proses yang lama, butuh kerja sama yang kuat dalam waktu lama. lalu teman seperti apa yang bisa membantu kita mencapai mimpi itu?

yang pasti harus punya tujuan yang sama. selain itu dia harus menyadari arti sebuah karakter, arti sebuah perbedaan, bagaimana mengiris berbagai perbedaan untuk mendapatkan satu tujuan. akan ada pembagian tanggung jawab. gimana bentuk pembagian tanggung jawab ini? semua dibagi rata? pembagian tanggung jawab akan kembali ke potensi masing-masing karakter. bukan dengan mengubah suatu karakter, tapi justru memaksimalkan sebuah karakter.

berbagai karakter berjalan beririsan untuk sebuah tujuan yang sama,
sambil masing-masing mengembangkan potensinya dalam tiap interaksi mereka,
menyenangkan sekali mbayanginnya..

tapi gimana kalau ternyata teman kita itu tidak dapat menghargai perbedaan dan potensi yang terkandung dalam perbedaan itu (dan akibatnya jadi kontra-produktif)? yah jawaban klisenya sih: coba terus, yakinkan pelan-pelan, teruslah bersabar.

tapi kalau mengingat tujuan jangka panjang, dengan berbagai konsekuensi berupa proses yang masih harus berlangsung lama, untuk apa buang-buang waktu lebih lama? stop kerja sama itu, dan jalan sendiri apa pun resikonya! toh makin besar suatu ide maka makin besar ruang lingkupnya dan tidak akan terlalu sulit menemukan kawan lain yang memiliki ide yang sama.


-------------------------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Poskan Komentar