si (pak) amin dan si teguh

Minggu, 09 Mei 2010
serem, ada yang lagi galak. amankan gw dari kegalakannya,

amin.

---

jadi inget pas bulan puasa beberapa taun lalu (lupa persisnya taun berapa, ada kali 10 taun yang lalu), kebetulan gw lagi ikutan taraweh. pas lagi ceramah, beberapa anak nangkring di luar, dengerin ceramah sekalian ngerokok dan kadang-kadang cekikikan. gw sih seneng kalo ceramahnya lama, berarti masih bisa ketawa2 cukup lama, ga tau deh anak-anak yang laen mikirnya gimana. nah, cerita ini dimulai setelah rakaat kesekian setelah melalui beberapa rangkaian sholat. temen-temen mulai pada celingak celinguk sambil sesekali ketawa-ketawa sendiri (mungkin inget lucu2an sebelom mulai solat). hmm niat iseng mulai keluar nih.

yang jadi imam malem itu namanya pak amin. dia punya anak namanya ikbal, waktu itu sih masih kecil (ga tau persisnya umur berapa). nah, beberapa anak ternyata 'solat' di sekitarnya si ikbal. pas lagi baca al-fatihah beberapa anak bisik2 ke si ikbal: "bal, kok tadi pas abis al-fatihah kamu nyebut nama bapak kamu sih, ga sopan tau. nanti kalo pas bagian ngomong 'amin' kamu mesti bilangnya 'bapak'. gitu ya, yang sopan."

abis ngomong gitu kami diem dan khusyuk dengerin kata demi kata nyanyian al-fatihah dari mulut sang imam, pak amin. kemudian bisa dibayangkan suasana yang tercipta ketika pada akhir al-fatihah, ketika semua-jamaah-dikurang-satu mengucap "amiiinnn!", ikbal dengan gagahnya berteriak "bapaaakkk!".

hehehe, menyenangkan.

---

btw, biasanya apa sih yang ada di pikiran seseorang setelah dia ngucapin "amin"?

buat yg muslim mungkin ada yang dengan refleks langsung melantunkan doa yang melintas di kepalanya tanpa dipikirkan sebelumnya, mungkin ada juga yang memilih doa apa yang akan dibaca berikutnya, mungkin lagi ada yang kemudian mikir 'ini udah rakaat ke berapa ya?', mungkin juga ada yang masih ngafalin gerakan solat yang terdekat berikutnya, mungkin malah ada yang bengong mikirin nasib dan pengalamannya di waktu2 sebelomnya sambil nungguin kapan orang2 pada bilang 'Allahuakbar!', atau mungkin bahkan ada yang bengong sambil mikirin prank apa yang tepat untuk bikin sensasi pas solat itu.

bagi yang lain mungkin ada yang kemudian dengan refleks membuat tanda salib. mungkin ada yang langsung refleks menengok ke samping dan nyari temen untuk maen atau ngobrol. mungkin ada yang langsung berdoa tambahan kepada yang dia yakini sebagai penguasa. atau ada yang langsung cari posisi nyaman untuk tidur. bisa jadi ada yang langsung ngeliat jam dan mikir 'sekarang bisa nonton film apa ya?'.

bukan tidak mungkin juga ada orang yang kemudian menata perjalanan tujuan besar dan/atau tujuan harian hidupnya dengan menggenggam sebentuk harapan dan keteguhan yang diperolehnya pada saat dia mengucapkan kata 'amin'.

---

tiap doa punya makna. setelah puji dan syukur, kemudian menyatakan kepasrahan, lalu meminta pertolongan dalam suasana kepasrahan dan meyakini bahwa dirinya akan mendapatkan yang terbaik sesuai kehendak sang pencipta atau sang pengatur. tiap doa meneguhkan hati pembacanya. ada banyak cara orang berekspresi, ada banyak cara orang berkomunikasi, ada banyak cara orang berdoa. dengan tujuan yang sama: meneguhkan hati.

keteguhan hati terhadap apa? mungkin terhadap semua permasalahan yang sedang melanda hidupnya, mungkin terhadap keinginan untuk teguh itu sendiri, mungkin untuk mendekatkan diri pada penciptanya, mungkin untuk menarik hati pujaannya, ah tiap orang punya alasannya masing2. yang sama adalah: keteguhan hati.

gw pikir ini lah makna doa yang sebenarnya. dan keteguhan hati ini dinyatakan dan ditanamkan lebih dalam ke dalam diri melalui kata 'amin' setelahnya. demikian juga ketika menerima doa dari orang lain, dan kita meng'amin'inya, berarti kita menanamkan keteguhan dalam diri untuk mencapai seseuatu yang didoakan itu.

tiap kata adalah doa? bisa jadi. karena tiap kata yang sering terpikirkan akan terus tertanam dalam diri dan bisa jadi tanpa sengaja (mungkin dalam alam bawah sadar) kata itulah yang diartikan oleh tubuh untuk diteguhi dan dicapai. ini sering terucap sebagai 'hukum tarik menarik' dalam the secret, atau 'pengaturan diri alam semesta' dalam mestakung.

---

apa yang ada di pikiran gw setelah mengucap kata amin di awal tulisan ini?
1. inget pak amin. hehe
2. inget senyumnya si galak yang lucu (bukan pak amin, dia mah ga lucu). inget hal2 yang bisa bikin si galak itu senyum. meneguhkan hati dan diri untuk melakukan hal2 itu secepatnya (sebelom semuanya terlambat dan tambah runyam, ini sebenernya ancaman sih).


-------------------------------------------------------------------------------------

3 komentar:

nayasari aissa mengatakan...

bapaaakkkk
hahaha, ngakak gw bacanya bim!

bergas bimo branarto mengatakan...

lu baca aja ngakak nay, apa lagi kalo lu ada di sana, gw waktu itu terpaksa ngelanjutin ketawa di luar mushola.. hehe

Anonim mengatakan...

Btw, cara penulisan amin dan artinya itu beda2 lho. Jadi jangan sampe salah ucap dan tulis. Artinya bisa beda dengan maksud yg mau disampaikan.. hehehe...

1. amin yang ditulis biasa tanpa ada huruf dobel artinya "aman atau tenteram"
2. aamin ditulis dobel pada huruf "a" artinya "meminta perlindungan keamanan"
3. amiin ditulis dobel pada huruf "i" artinya "jujur terpercaya"
4. aamiin ditulis dobel pada huruf "a" dan "i" artinya "ya Tuhan, kabulkanlan doa kami"

Poskan Komentar