mahluk itu

Minggu, 23 Mei 2010
seseorang meluncur di sebuah jalan buntu dengan sebuah motor pinjeman dari temen Nya. jalan itu lurus, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu lebar. mendekati ujung jalan, Nya tiba2 membelokkan motor pinjeman itu mengarah ke sebuah pagar terali yang cukup tinggi tanpa dengan sengaja ngurangin kecepatan tangensialnya. tepat sebelom terjadi tumbukan dengan tiba2 pikiran Nya segera memerintahkan kaki kanan dan tangan kanan Nya untuk menekan rem. sangat mendadak. tapi gapapa, ga terjadi sesuatu yang bisa menghasilkan gelak tawa.

sebenernya kejadian itu biasa aja. ga istimewa2 banget. tapi lain lagi halnya dengan pikiran Nya yang saat itu merasakan aura yang cukup membuat bulu kuduknya meremang. entah apa itu. kejadian berikutnya pun biasa aja, buka pager, masukin motor, tutup+gembok pager, trus jalan ke arah pintu masuk.

langit sore ini cukup gelap, pikir Nya. tapi kenapa ya sejak ujung jalan buntu langit seakan bertambah gelap? sederetan rumah di kanan-kiri sepanjang jalan itu juga serasa mencekam dengan bentuknya yang tinggi besar dan seolah bergigi, siap memakan siapa aja yang meluncur di jalan kecil nan terasa sangat kosong pada sore ini. sangat mengancam.

ini sama sekali ga seperti biasanya, dimana jalan itu cukup dipadati mobil2 parkir dan beberapa penjaga rumah yang berjalan2 atau tertawa2 di sekitar rumah yang dijaganya.

kembali Nya membuka gerbang lain yang juga tinggi dan berat. dia masuk dan kembali ngerasain aura yang ga enak dari arah pintu masuk bangunan, yang biasanya adalah tempat tinggal Nya.

cukup perlahan dia membuka pintu, tak ingin menghasilkan suara sekecil apa pun sebelum tau dengan pasti ada apa dengan segala keanehan dan kengerian sore ini. 'clek' sedikit suara terdengar saat knop pintu terputar dan kaki Nya melangkah masuk setelah alas kaki diangkat dulu sebelumnya.

'keset! ah, gw ga mau ninggalin jejak langkah akibat kaki kotor dan basah' pikir Nya sesaat sebelum dia dengan perlahan mengusapkan telapak kakinya di keset tepat di depan pintu. sedikit suara terdengar dari sebuah ruangan di depan pintu itu, Nya langsung bersiap untuk semua resiko terburuk (segera kabur adalah pilihan yang paling baik).

" H E I !! "

sangat kaget Nya mendengar suara serak, berat namun menggelegar yang tiba2 melintasi udara di sekeliling ruangan remang2 itu. dengan perlahan leher Nya menengokkan kepala sambil agak menunduk, dan terlihat lah sosok gelap tinggi besar berada di hadapan Nya hanya berjarak kurang dari 1 meter. sosok itu seperti menggunakan jubah panjang berwarna putih cukup kotor, yang mengerikan adalah matanya! dan tentu tanduknya yang menunjukkan bahwa dia bukan mahluk yang biasa ditemui di lingkungan sehari2.

matanya tajam dengan ekspresi merendahkan dan sorot matanya seakan menarik semua semangat hidup mahluk yang beradu pandang padanya.

"AKU DATANG MENAGIH JANJIMU!", kata mahluk itu dengan suara masih menggelegar, sambil menyerahkan sehelai daun lebar dengan beberapa tulisan merah acak2an, seperti dibuat dengan darah. gemetaran sekali tangan Nya saat nerima daun itu. lalu mahluk itu kembali menambahkan, kali ini dengan suara lebih rendah (tanpa ngurangin aura dingin menakutkan yang terpancar), "helm yang kau bawa dicari oleh pemiliknya!".

tak ada suara sedikitpun keluar dari mulut Nya. saat itu juga Nya lari sekencang-kencangnya ke arah yang dirasa lebih aman. dalam arah pelarian Nya sempat melewati ruangan si pemilik helm dan sempat Nya berteriak 'maaf kubawa helm mu!'. dan anehnya sempat terdengar 'nyantai!' dari arah ruangan itu.

akhirnya sampailah Nya di sebuah hall besar kosong dan gelap. sesekali terdengar suara obrolan, tanpa ada satu pun mahluk yang terlihat sedang ngobrol. ah mungkin ini pikiran gw aja, pikir Nya untuk memberi sugesti positif ke diri Nya sendiri. karena lemas akhirnya Nya terduduk dan mulai kembali berpikir.

mahluk itu datang lagi!

---

terputar kembali dalam benak Nya beberapa kejadian kemunculan mahluk itu. waktu itu beberapa temen Nya lagi ngumpet di sebuah ruangan di bangunan itu dengan tujuan pengen nakut2in temen Nya yang lain. ruangan itu sengaja dibuat gelap. pas si korban lewat, dalam sekejap beberapa orang yang ngumpet tadi lompat keluar sambil teriak. otomatis sang korban teriak ketakutan sampe jatoh terduduk saking lemes lututnya. meriah sekali suasana saat itu. suara tawa membahana ke segala arah penuh keceriaan dan rasa puas.

"APA ITUUU?!", tiba2 terdengar keras dengan nada yang sangat mengerikan. nada yang pasti menghanyutkan jiwa pendengarnya, nada yang akan menjatuhkan kepercayaan diri dalam sesaat, nada yang meremangkan bulu kuduk, nada yang melemahkan mental pendengarnya.

seketika itu juga suasana langsung sepi. dan dalam gelap, dari arah tangga muncullah sosok yang mengerikan itu. semuanya gelap, hanya sorot mata merah yang terpancar dengan bengisnya. dan sekelumit bayangan tanduk tersamar di sisi kepalanya, sedikit diatas telinganya yang runcing.

"apa itu?!", kembali kalimat itu tersampaikan dengan nada yang sama, dengan frekuensi suara lebih rendah.

ga ada yang bisa bersuara saat itu. semua cuma bisa diam. bahkan beberapa temen Nya yang terkenal pemberani pun tertunduk dengan lutut melemas dan kehilangan semangat perlawanannya. semua diam. sunyi. mencekam sekali. tidak lama kemudian mahluk itu pun berangsur menghilang dan cukup lama setelahnya temen2 Nya mulai bisa bersuara kembali, tapi dengan suasana hati yang rusuh.

---

mahluk itu, dia yang selalu mencabik keceriaan. dia yang mencabut semangat hidup. dia yang membunuh keberanian.

dan dia datang tepat di hadapan Nya sambil ngasih lembaran daun dengan coretan darah. masih dalam kegugupan dan kekawatiran, perlahan dibuka oleh Nya lembaran itu dan dibaca dengan mata Nya sederet huruf yang sulit dibaca, dan diakhiri dengan 6 digit angka.

ah, sudah waktu Nya bayar tagihan kos.


-------------------------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Poskan Komentar