budaya diskusi, baca, tulis

Minggu, 14 Desember 2008
tadi nemu suatu forum di fesbuk yang lagi mbahas tentang kurangnya budaya diskusi dan membaca..

pengamatan sok tau aja nih gw, hehehe.. yg gw liat sih budaya diskusi udah ada dimana-mana, ngobrol apa pun (kalo pembahasannya cenderung ilmiah) bisa dikatakan sebagai diskusi.. 

--- referensi KBBI: 

dis·ku·si n pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah: -- tt peranan pemuda dl pembangunan; ber·dis·ku·si v mengadakan diskusi; bertukar pikiran: mereka ~ mengenai ketahanan nasional;

il·mi·ah a bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan:penerbitan majalah -- berkembang dng pesat

il·mu n 1 pengetahuan tt suatu bidang yg disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yg dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu: dia memperoleh gelar doktor dl -- pendidikan; 2 pengetahuan atau kepandaian (tt soal duniawi, akhirat, lahir, batin, dsb); 

---  

nah, yg kurang menurut gw adalah seringkali setelah selesainya suatu obrolan atau diskusi, kita suka lupa untuk me-review atau mengevaluasi obrolan/diskusi itu, dan lama2 hilanglah hasil diskusi tersebut dari pikiran kita.. seperti halnya diskusi formal/informal tersebut, workshop yang udah sering bgt diadakan juga jadi ga terlalu ngaruh hasilnya selama hasil yang didapat dari workshop tersebut tidak di-review/dievaluasi oleh individu yg mengikutinya..  

dari pertimbangan itu, menurut gw sebaiknya ada review dan evaluasi tertulis dari individu2 yang mengikuti diskusi/obrolan/seminar/workshop, karena saat kita menuliskan isi pikiran kita, kita akan sadar bahwa ternyata masih ada informasi yang "miss", yang diperlukan untuk melengkapi pikiran kita itu, dan jika kita berusaha untuk melengkapi informasi yang kurang itu sendiri, pikran itu akan lebih melekat ke alam bawah sadar kita, dan itulah poin yang diharapkan dari sebuah diskusi.. disanalah letak pembelajaran kita yang semakin memanusiakan diri kita..  

hal ini udah dilakukan di beberapa tempat penyewaan buku di sekitar gw di bandung.. saat kita mengembalikan sebuah buku pinjaman di sana, kita diajak untuk membuat review tertulis tentang buku pinjaman kita itu, dan hasil tulisan itu menjadi sebuah "voucher" untuk peminjaman buku berikutnya.. 1 review menjadi 1 voucher utk 1 buku pinjaman berikutnya..  

konsep ini bisa digunakan di mana saja, yang terutama menurut saya adalah memetakan isi pikiran ke dalam sebuah tulisan dan melakukan pencarian sendiri (berdasarkan referensi/pengalaman/rasionalitas) untuk melengkapi informasi yang kurang..


-------------------------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Poskan Komentar