cuplikan perjalanan sang air

Selasa, 07 September 2010
lama kelamaan kesenangan itu mulai terkikis
kini mulai terasa himpitan akibat hujan yang menerus
diriku pun makin terdorong dalam tiap ombang ambing.

cukup lama.
hingga lalu terasa tubuhku membentur sesuatu
dinding.
ah ya, aku kini di sisi sebuah bendungan

hujan belum berhenti, himpitan makin meraja
gila! sampai kapan dinding ini sanggup meregang?!


---

itu penggalan tulisan yang gw tulis kira2 2 bulan yang lalu. sesuai dengan kondisi gw saat itu. gw yang menjelma jadi butiran air, berada dalam kungkungan sebuah dinding bendungan besar. mungkin dinding itu adalah barrier yang gw bawa sendiri sepanjang perjalanan hidup gw selama ini, dan makin kokoh sebanding dengan pengalaman.


dinding. 2 bulan terakhir gw menekan dinding itu. atau dinding itu yang menekan gw. relatif.

dengan ngasumsiin diri gw sebagai subyek, 2 bulan terakhir gw ningkatin tekanan gw terhadap dinding itu. dan tekanannya terus bertambah kuat, hingga kemaren siang gw nyatakan puncak tekanan itu dalam sebuah parodi di depan seorang pembimbing, 2 orang penguji, dan 3 orang kawan.

parodi studi dan simulasi aliran fluida newtonian tak termampatkan dengan metode lattice-gas automata.

cukup lucu parodi itu berjalan, beberapa kali suara tawa terdengar dari mulut pembimbing, penguji dan mulut gw. gw review aja sekilas teori yang dipake, gw ceritain apa yang gw kerjain selama ini, gw tunjukin apa yang bisa gw lakukan dan gw bilang dengan tegas ketika ada bagian yang ga bisa gw jelasin. secara umum cukup lancar. ada beberapa perbaikan yang perlu dikerjain, seperti biasa lah.

trus gw dan temen2 diminta keluar ruangan sebentar, ga lama gw dipanggil lagi ke dalem ruangan.

mei 2009 - bu nurul: "bukannya saya ga mau jadi pembimbing kamu bimo, tapi saya ga mau beban kamu pindah ke saya.."
september 2010 - bu nurul: "kami bertiga sepakat, kamu lulus..". 

dan ga lama kemudian terdengar syarat-syarat yang mesti gw penuhin untuk bisa wisuda.

---

hingga akhirnya tiba di batasnya
dinding pun buyar, aku pun terlontar
energi himpitan berubah menjadi dorongan kuat
sangat kuat!

---

parodi selesai sekitar jam 13.30, dan sejak saat itu sampe terakhir gw ngliat jam (yaitu jam 15.00) ga ada capek2nya otot muka gw membentuk sebuah kondisi muka yang diistilahkan sebagai 'nyengir'. betapa senengnya ngliat ucapan2 yang berseliweran mulai dari speaker telfon, suara di pager kosan, suara di pintu masuk kosan, hingga suara-suara di dunia maya.

pas gw nulis ini sekarang pun gw masih merinding. gila! kesenangan yang gw rasain ga bisa gw gambarin lewat kata-kata. yah bayangin aja berapa energi yang mesti dikeluarin sebutir air untuk ngancurin tembok bendungan. atau bayangin energi yang diperluin elektron untuk pindah ke tingkat energi berikutnya, energi eksitasi. excitation. i am really excited.

---

seakan tayangan lambat aku melayang
entah sejak kapan hujan berhenti
ah, segar sekali
akhirnya aku bisa menyatu dengan tawa dan tari sang angin
seakan menyatu dengan semesta

cahaya menampakkan pelangi di ufuk sana
dengan senyum melebar kujulurkan tangan hendak menggapainya
terbang bebas ke arah pelangi

---

dan di sini lah gw sekarang. dalam penyatuan diri dengan semesta, bergerak menuju pelangi. pelangi cita-cita yang gw idam-idamkan. kebebasan berekspresi dalam bentuk apa pun sesuai suasana hati. membuat sesuatu yang bisa dibuat, ga berbasiskan tuntutan tapi berbasis keinginan. ah masih banyak keinginan gw yang belum dilakukan. nampaknya euforia ini baru dimulai atau baru akan dimulai.

biar lah gw nikmati dulu euforia ini. toh gw tau pada saatnya nanti gravitasi akan njatohin badan gw balik ke bumi, dan pada akhirnya yang akan gw lakukan adalah menjalar dan menjelajah di bumi seiring kerja gravitasi terhadap badan gw.

keliatannya gejala2 gravitasi ini udah mulai keliatan tadi siang ketika gw ketemu lagi sama penguji gw. dengan kalimat2 dari mulut beliau yang secara umum diolah sama pikiran gw dalam sebuah pertanyaan "lu mau jadi scientist atau ngga?".

dan belom akan gw jawab, 
paling lambat sampai minggu ketiga bulan depan.

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

sucker

Sabtu, 28 Agustus 2010
sucker. 
saker.
salah tapi keren.






kaga tau dah gimana bisa jadi begini




.

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

petualangan bersama music player

Kamis, 12 Agustus 2010
pertama kali pengen dengerin musik di komputer (windows) pake winamp karena direkomendasiin orang-orang. Trus berikutnya ternyata musik biasa nemenin gw berimajinasi. mulai lah gw penasaran bisa ngga membangun imajinasi dan/atau suasana lewat musik. ternyata winamp sangat memudahkan gw untuk melakukannya.

keunggulan winamp menurut gw tuh soal bikin playlist. bahkan secara spontan, yaitu dengan neken keyword J maka kursor akan akan jump (lompat) ke file yang kita ketik dan keyword Q di judul lagu pada playlist maka winamp akan meng-queue (antre) lagu tersebut untuk diputer setelah lagu yang lagi kita dengerin saat itu selesai. dan antrean ini bisa dilakukan untuk berapa pun jumlah lagu yang diinginkan. jadinya kita bisa bikin playlist secara spontan dan dinamis.

untuk menunjang imajinasi, gw nyoba untuk pake visualisasi. akhirnya mulai nyari2 visualization punya winamp. ga ada yang gw suka, jadinya ga pernah pake visualization deh.

tiba-tiba ga sengaja nemuin kalo jetaudio punya visualization keren banget. gw suka yang Synesthesia v1.10, plug in CoR’s Cosmic Belt 1.2. bertahan lama nih, gw pake visualisasi itu terus hampir setiap dengerin musik, selama 3 taunan lah.

makin kesini tingkat kebutuhan gw sama komputer makin tinggi. terutama utk yang berhubungan sama desain, eksplorasi dan mobilitas mouse juga makin meningkat. oiya, sejak saat ini komputer gw gw namain sebagai komputergw (penamaan ini sebagai bukti kecintaan dan saling ketergantungan).

nah, di jetaudio itu playlistnya paling enak ditaro di pinggir screen. jadi kalo kursor nyentuh pinggir screen maka playlist akan nongol. aktivitasnya jetaudio bisa diumpetin sebagai simbol di system tray toolbarnya windows, jadi ga menuh2in aktivitas yang kepampang di toolbar.

akhirnya karena kursor lagi giat keliling2 akibatnya dia sering banget nyenggol pinggir screen dan nongolin playlistnya deh. Kegiatan ngedesain jadi keganggu. dan gw kecewa banget sama jetaudio karena ini. gw hapus dia dari memori komputergw, biar komputergw ga usah ngerasain kekecewaan yang gw rasain.

trus gw nemu itunes. berikutnya gw nemuin antara lain keunggulannya itunes ini tuh kemudahan manajemen data dan punya visualization keren juga. tapi ternyata visualization itu kayanya khusus utk itunes-nya mac, bukan windows.

di sisi lain, kayanya kuliah memacu pikiran gw untuk mengkategorikan sesuatu, ditambah kemudahan itunes tadi, akhirnya gw jadi hobi ngerapiin file2 musik gw. tapi belom semuanya, bosen. Dan ternyata gw baru tau kemudian kalo itunes yang gw instal bikin komputergw kerjanya berat. kasian. gw buang juga itunes dari memori komputergw, biar dia ga perlu tau bahwa dia telah dikuras tenaganya.

trus gw pikir kenapa gw ga cobain windows media player sekalian. gw nemuin kalo windows media player ternyata kemampuannya bisa dibilang sama aja dengan itunes (siapa ngikutin siapa nih?) tapi dia lebih ringan (mungkin karena emang karena pembuatnya sama). dan dia punya visualization yang lumayan agak bagus (udah 'lumayan', 'agak' lagi!). visualizationnya kategori battery, namanya illuminator.

tapi visualizationnya ga terlalu diperluin, bener-bener musik dipakenya buat backsound biar ga bosen kerja. kadang2 gw suka stel film (dari dvd atau dari memorinya komputergw) tapi ga gw tonton, cuma buat backsound aja. windows media player mendukung untuk kegiatan itu. gw mulai lagi ngatur-ngatur pensuasanaan di studio (baca: kamar) gw dengan bikin playlist lagi (gabungan antara musik dan film).

tapi gw sering keganggu kalo dvd yang lagi gw stel mendadak eror. suasananya bisa jadi ga enak banget. akhirnya gw bikin playlistnya lagu doang tanpa film. ga lama kemudian gw mulai cekcok sama windows media player karena dia playlistnya bisa diaturnya statis. Mesti milihin filenya satu2 utk dimasukin ke playlist dan lagu yang diputer terbatas di playlist itu doang, jadi butuh waktu lama untuk nyusun playlistnya demi pensuasanaan jangka panjang. Ribet dan ga efisien.

gw pengen musik kedengeran terus, tapi ada saat tertentu (bisa jadi spontan) dimana gw butuh nentuin sendiri flow musik sampe beberapa waktu ke depan. tujuannya biar kerjaan dengan komputer bisa jadi petualangan seru untuk dijalanin, jadi ga cepet bosen untuk kerja dalam waktu lama. dan karena alesan demikian, saat ini gw CLBK (cinta lama bersemi kembali. atau cinta lama bocah kampung?) sama winamp.

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

papir automata gas kisi

Selasa, 10 Agustus 2010
Bayangin partikel kecil, misalkan partikel itu adalah partikel pembentuk air yang berada di dalam sebuah pipa panjang. Trus air ini akan dialirkan horizontal dari kiri ke kanan di dalam pipa. Gerakan aliran air yang biasa kita liat bisa disimulasiin dengan mengasumsikan bahwa gerakan makro (seperti yang biasa kita liat) dipengaruhi oleh gerakan mikro partikel-partikel penyusunnya. Trus sudut pandang ini antara lain diperkuat dengan simulasi komputer.

teori-teori tentang mekanika fluida dihubungkan dengan teori-teori termodinamik dan statistik. dengan pertimbangan-pertimbangan bahwa gerakan partikel, yang dianggap bersifat ideal dan dapat dijelaskan dengan beberapa teori partikel termodinamika (yang penjelasannya jelas pake statistik), akan mempengaruhi gerakan air secara umum yang penjelasannya pake teori mekanika.

Itu teorinya. untuk bagian komputasinya dipake metode, salah satunya sebut aja lattice gas automata atau automata gas kisi. Menurut model gas kisi, sesuai fisika statistik, partikel akan ngisi ruang-ruang siklik yang ada di media, dalam hal ini air. Dalam komputasinya, dibuat kisi-kisi yang berisi ruang kosong yang bisa keisi partikel, kisi-kisi ini disimulasiin sama kondisi-kondisi yang ngisi pixel komputer.

Trus ada partikel bermuatan yang ngisi ruang kosong itu, yang pada kondisi setimbangnya terdistribusi sesuai sama distribusi fermi-dirac. Dalam komputasinya kita buat ada partikel (pixel di komputer) yang memiliki momentum (kita kasih kondisi khusus untuk nyatain momentum) yang punya kemungkinan 6 arah, dan jumlah rata-rata resultan momentum di tiap waktu di program ini akan mengikuti distribusi fermi-dirac. Menurut teori termodinamika, sifat air tuh isotropis soalnya kemungkinan untuk gerak ke segala arah tuh sama besar, untuk model ini sifat isotropis bisa didekati dengan ngasih masing-masing arah momentum di titik kisi dinyatakan berjarak 60o satu sama lain.




oke, di atas tadi tuh syarat-syarat yang diambil dari termo dan fistat. Sekarang kita udah punya kisi dan partikel, kita lanjutin dengan naro partikel acak ngisi tiap titik kisi (ruang kosong yang bisa diisi partikel) dengan rata-rata kerapatan partikel (jumlah partikel di tiap titik kisi) sebesar 2,4 (“air biasanya segini.”, ceuk bu nurul mah). Ini dilakukan dengan memberi kondisi pada pixel komputer yang sebelomnya dinyatain sebagai titik kisi. Jumlah partikel bisa dinyatain dengan ngasih kondisi ‘momentum arah berapa aja yang ada di titik kisi tersebut’ di pixel komputer.

Udah deh.

Sampai sini, kalo ada yang ngantuk silakan cuci muka dulu, kalo ada yang bosen silakan minggat, kalo ada yang bau silakan mandi. Seduh kopi, nyalain rokok, zikir, stop zikir, tutup mata, teken ujung mata yg deket idung pake jempol dan telunjuk agak kuat, bayangin ada titik cahaya kecil di depan mata kalian lalu bayangin lagi kalian dengan penuh keteguhan hati ngomong “saya akan tabah!” trus si cahaya itu makin besar dan makin silau, abis itu segera lepasin tekanan di ujung mata dan langsung buka mata kalian, tarik nafas dalem trus keluarin perlahan sambil nunggu mata menjernihkan dirinya maksimal.

Lanjut lagi.

Tadi gw sempet denger ada pertanyaan “oi! automatanya mana? katanya ini automata gas kisi?!”. Itu pertanyaan yang bagus sekali, nah kita lanjutin ya. tadi kan udah ada tuh gas dan kisinya, sekarang kita masuk ke automatanya nih.

Partikel yang ada di titik kisi akan gerak sesuai momentum yang dia punya sebelomnya. Beliau geraknya dari titik kisi awal ke satu titik kisi terdekatnya yang berada di arah momentumnya.

Di sini kita masuk ke metode cellular automata. Konsep umumnya metode ini tuh self-organizing. Jadi kita bikin aturan-aturan atau syarat-syarat biar si program yang kita bikin ini bisa ngatur dirinya sendiri sesuai syarat yang kita kasih. gile, ini sistem manajemen modern banget ga sih? ‘Otonomi’ ge jiga kitu pan nya.

Yah kita semua tau bahwa tiap gerakan pasti butuh waktu. Waktu. Nah, berarti kalo kita mau bikin program yang ngatur dirinya sendiri, kita mesti ngasih mereka acuan waktu. Acuan waktu ini nantinya kita nyatain sebagai berapa kali program harus looping. Tiap nambah waktu (time step) partikel akan gerak ke satu kisi terdekatnya sesuai arah momentumnya. Pas penambahan waktu berikutnya juga kaya gitu, dan seterusnya.
Bayangin 2 titik kisi yang bertetanggaan. Titik kisi A dan titik kisi B. di titik kisi A ada partikel ke arah titik kisi B, dan sebaliknya. Apa yang akan terjadi kalo jalan cuma muat untuk dilewatin 1 partikel? Tabrakan. Berarti mesti kita buat nih aturan tabrakannya mereka, jadi ntar pas programnya dijalanin mereka udah ngerti buat njalanin aturannya secara otomatis.

Aturan ini pake mekanika, tumbukan 2 atau 3 massa sejenis. Kita terapin kekekalan momentum untuk nyatain kondisi di tiap titik kisi. dibuat perubahan arah momentum yang memenuhi aturan kekekalan momentum, berarti kasih kondisi-kondisi sebagai syarat yang mesti dipenuhi sama program ini. Syarat pertama kalo partikel ada 3, maka arah kecepatan diubah ke arah yang tidak ada sebelomnya. Syarat kedua kalo partikel ada 2, maka arah kecepatan diputer dengan kemungkinan clockwise atau counterclockwise dari arah momentum awalnya.

Berarti ada syarat lagi tuh di dalem syarat kedua (kita simbolin aja syarat’). pada syarat’ itu kita buat bilangan random antara 0 sampe 1. Syarat’ pertama kalo bilangan random kurang dari 0.5 maka puter clockwise, syarat’ kedua kalo sebaliknya maka puter counterclockwise. Syarat-syarat tadi dilakukan dengan syarat jumlah time step ga melebihi yang kita kasih di input.

Sekarang semua partikel di dalam titik kisi udah bisa saling berinteraksi satu sama lain selama input time step. Berinteraksi suka-suka mereka lah selama waktu hidup masih ada, bebas bertingkah sesuai aturan sesama mereka. “oi! tapi mereka juga mesti tau batesan dong, mereka tuh di dalem pipa maka bertingkah lah seperti di dalem pipa!”. Bener banget nih! Kita harus memberi persyaratan untuk partikel-partikel itu biar mereka bertingkah seperti di dalem pipa.

Kita buat lah syarat-syarat bagi semua titik kisi yang ada di tepi atas dan bawah (kalo diliat 2 dimensi) biar partikel-partikel itu mantul balik tiap ada di sebelah tepi. jika arah momentum menabrak tepi maka arahnya diubah sebaliknya, sesuai teori mekanika tentang pemantulan.

Sekarang partikel-partikel itu udah tau diri untuk bertingkah seperti di dalem pipa sesuai metode automata gas kisi.

berikutnya kita mesti bikin aturan untuk nyatain aliran. Air ngalirnya dari kiri ke kanan, berarti tekanan di sisi kiri lebih besar dari di sisi kanan. Menurut mekanika fluida, tekanan juga bisa diliat sebagai gradien momentum (perubahan momentum di tiap posisi) tiap satuan waktu.

Ningkatin tekanan di sisi kiri berarti ningkatin besar vektor momentum ke arah kanan. Di program kita tentuin untuk tiap titik kisi di sisi kiri resolusi, untuk titik kisi yang ga diisi momentum arah 6. ada momentum arah 1 dan ngga ada momentum arah 6 maka momentum arah 1 diubah jadi arah 6. Syarat kedua kalo ngga ada momentum arah 1 dan ada momentum arah 5 maka momentum arah 5 diubah jadi arah 6.

Udah deh.

Aahhh sampe sini kalo ada yang ngantuk silakan cuci muka, kalo udah bangun setelah tidur barusan silakan seduh kopi, nyalain rokok, ngeunahkeun wae lah meh santay. Ngembang-ngembangin idung, naik turunin alis, lirikin mata kanan kiri, trus tutup mata. teken ujung mata yg deket idung pake jempol dan telunjuk agak kuat, bayangin ada titik cahaya kecil di depan mata kalian lalu bayangin lagi kalian dengan penuh keteguhan hati ngomong “jalan makin terbentang!” trus si cahaya itu makin besar dan makin silau, abis itu segera lepasin tekanan di ujung mata dan langsung buka mata kalian, tarik nafas dalem trus keluarin perlahan sambil nunggu mata menjernihkan dirinya maksimal.
Lanjut lagi.

sekarang simulasi udah bisa jalan selama time step yang kita tentuin. Mesti kita cek dulu nih, bener ngga simulasinya udah bener. Kita liat besaran-besaran yang bisa kita dapetin dari program simulasi. Ada posisi, ada momentum.

Kita mesti bandingin besaran-besaran itu sama besaran yang ada di teori mekanika fluida sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk dianggap benar. Di mekanika fluida ada posisi, ada gaya. Emang mekanika nih suka gitu, mungkin mottonya “kalo gw dapet posisi, gw bisa gaya”.

Tadi sempet ditulis dikit tentang hubungan momentum sama tekanan. Dan tekanan tuh gaya di luasan tertentu. Jadi kita bisa dapet tuh perbandingan momentum dari program sama dari analitik.

Dari program kita bisa itung berapa jumlah rata-rata momentum di tiap time step. Trus kita liat grafiknya, bandingin sama teori, seharusnya grafik berbentuk seperti distribusi fermi-dirac. kira-kira kaya gini:






Berikutnya kalo kita liat momentum dengan komponen vektor horisontalnya aja, grafik kecepatan terhadap ruang vertikal seharusnya berbentuk parabola. kira-kira kaya gini:






Dengan mbandingin beberapa nilai antara grafik teori dengan grafik simulasi, kita bisa dapet nilai erornya. Sampe 5% masih bisa ditolerir lah ya (bu nurul, tolong ijinkanlah. please, ini syarat untuk kelulusan).


eh lupa, gambar hasil simulasinya kira-kira begini:


hasil run 500 time step


Kesimpulannya mestinya simpel aja lah, bahwa metode lattice gas automata bisa dipake untuk njelasin dan mensimulasiin laju aliran fluida, dalam hal ini air. kesimpulan berikutnya adalah bahwa banyak sekali syarat yang harus diberikan pada partikel agar dia bisa mengorganisir sendiri kehidupannya sebagaimana seharusnya hehehe.

pasti ada lah kurangnya metode ini, antara lain dia ga bisa dipake untuk mensimulasiin aliran fluida tertentu karena  fluida bisa dibedain dengan ngeliat viskositasnya. Dan dengan metode ini, viskositas baru bisa diperoleh pada analisa hasil simulasi, bukan sebagai input. 

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

pencarian sang air

Sabtu, 10 Juli 2010
menarik. menengadahkan kepala
mengamati bagaimana awan bergulung, bergerak bersama kawanannya
menikmati dorongan angin yang bergerak lurus dalam ringan geraknya
sesekali berputar,
menari mengitari dan melewati siapa saja yang menghalangi jalurnya

jauh di sana terlihat langit menghitam,
sesekali meneteskan kebeningan
di sini, langit terlihat cerah
garis garis cahaya berpendar menampakkan buah karya sang pencipta
kawanan awan sesekali melintas
dan berlalu terdorong tawa riang sang angin

"turunkan kepalamu dari angkasa!"

kuingat suara itu menghardikku tepat di saat ku mulai terbuai
kanan dan kiri yang kutoleh menyadarkanku kembali
bahwa aku terapung di sini,
diantara sekumpulan butir air yang menyatu
sesekali terasa tekanan tekanan di sekelilingku,
beberapa menimpa tubuhku
kudongakkan kembali kepalaku.

awan gelap tepat di atasku!
bersama kilat kilat yang berteriak sesaat tanpa suara
dan terdengar suaranya di saat berikutnya
kemudian tetesan tetesan mulai berjatuhan
menghujaniku dengan diriku sendiri

hey, ini menyenangkan!
aku yang awalnya hanya berupa butiran,
kini seluas lautan..
ah tidak, terlalu berlebihan
aku hanya berada di sebuah bendungan

lama kelamaan kesenangan itu mulai terkikis
kini mulai terasa himpitan akibat hujan yang menerus
diriku pun makin terdorong dalam tiap ombang ambing.

cukup lama.
hingga lalu terasa tubuhku membentur sesuatu
dinding.
ah ya, aku kini di sisi sebuah bendungan

hujan belum berhenti, himpitan makin meraja
gila! sampai kapan dinding ini sanggup meregang?!

hingga akhirnya tiba di batasnya
dinding pun buyar, aku pun terlontar
energi himpitan berubah menjadi dorongan kuat
sangat kuat!

seakan tayangan lambat aku melayang
entah sejak kapan hujan berhenti
ah, segar sekali
akhirnya aku bisa menyatu dengan tawa dan tari sang angin
seakan menyatu dengan semesta

cahaya menampakkan pelangi di ufuk sana
dengan senyum melebar kujulurkan tangan hendak menggapainya
terbang bebas ke arah pelangi

sedikit lagi..
sedikit lagi..

dan

hey, aku mulai merendah!
aku terus turun makin lama makin cepat
ah, ada apa ini? kenapa begini?!

lajuku terus meningkat sampai aku membentur batuan
terpelanting aku masih dalam kaget
suara bergemuruh menolehkan aku ke belakang
sebelum ku sadar, aku telah terdorong

hey, ini kawananku tadi, para butiran air!
terus aku terdorong dan jiwaku kembali berucap,
"nikmatilah, disinilah tempatku, mengalirlah kodratku.."
tak terpikir lagi tarian angin,
kususuri saja lekuk liku tubuh pertiwi
meraba dan menyusupinya dengan tubuhku
melolosi tiap lubang sebagai sebuah peluang
mereguk nikmat demi nikmat dalam kasar dan tajam batuannya

hingga makin dalam
energi dorongan makin melemah
dan tarikan bumi semakin menguat
hingga pada akhirnya
hangatnya perut bumi akan menguapkan habis ragaku.

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------

undangan minum teh di burangrang

Rabu, 30 Juni 2010
sebaiknya pengalaman ini segera diabadikan dalam tulisan sebelum hilang dari ingatan. kisah ini dimulai dari sebuah undangan minum teh di gunung (atau bukit?) burangrang yang dikirimkan sama seorang temen, sebut aja harji (nama sebenarnya) lewat tag foto di fesbuk. waktunya tepat banget, pas lagi bosen2nya sama komputer yang tiap hari dipantengin selama berjam2. pas lagi bosen2nya sama tembok yang makin hari makin terasa mengungkung. pas lagi jenuh2nya sama tugas akhir yang ga juga beres2. pas lah.

yang seru adalah tim yang mau berangkat ini berasal dari 4 tim yang berbeda, dan antar tim ini berpusat ke harji sebagai titik temunya. ada tim purwokerto (harji, deni, brian), ada tim himafi (harji, gw), ada tim kanayakan (gw, om), ada tim cewe (ira-pacarnya harji, abg-ambegan, tukang sendal, tukang pensil). nah kliatan kan nama yang paling banyak irisannya adalah 'harji'.

perjalanan dimulai hari sabtu, 25 juni 2010, jam 3 sore. gw berempat (bareng harji, deni dan brian) naik angkot dari tempat nyewa tenda ke lokasi janjian sama 5 orang temen lagi (om dan tim cewe) di supermarket deket terminal ledeng. di perjalanan gw sekalian nanya ke supir angkot untuk nyarter tuh angkot sampe 'pintu komando'. sampe di ledeng, setelah anak2 pada kumpul semua kita mulai berangkat. gw nanya ke supir angkot, "bensin kumaha kang, aman teu nepi ka atas?", dan cuma dijawab dengan senyuman yang mencurigakan.

rutenya: terminal ledeng (bandung) - sersan bajuri - letkol masturi (turun di plang komando) - jalan/ojek sampe pintu angin (cijanggel).

pertanyaan gw kejawab ga lama kemudian, di tengah2 tanjakan jalan sersan bajuri tiba2 angkot mendadak mogok. "bensinnya abis a'.." kata si supir. dan anehnya kok bisa pas banget sekitar 4-6 meter di depan ada yang jual bensin eceran. fiuh, aman. abis diisin bensin seadanya, pas mobil mau dinyalain lagi, mesinnya ga mau nyala. keliatannya ga ada listrik dari accu.

trus dengan tenangnya si supir masukin gigi mundur, ngelepas rem dan ngebiarin mobil mundur trus ngestart mobil sambil masuk gigi mundur. nyala. tanpa ngelepas gas, masih dengan tenangnya dia narik rem tangan (kaki tetep di pedal kopling dan di pedal gas) trus masuk gigi 1, ngelepas rem tangan dan lanjut jalan lagi. ini nih skill seorang profesional.

akhirnya kita nyarter tuh angkot sampe ngelewatin pintu komando. naik dikit lagi sampe kira-kira 1/3 perjalanan antara pintu komando sampe pintu angin. tadinya mau sampe pintu angin sekalian tapi ternyata angkotnya ga kuat, baru aja pulang dari pangandaran kata supirnya. setelah nurunin barang2, kami jalan sekitar 20-30 menitan sampe pintu angin (nama daerahnya cijanggel).

ternyata udah ada beberapa perubahan sejak gw terakhir ke sana taun lalu. sekarang ada 'pos komando' ngegantiin warung. istirahat bentar di sana. ternyata di sana kami perlu bayar uang kebersihan 5ribu per orang.

---

sekitar jam 16.30an kita mulai berangkat dari pos. dari pos ini ada 2 rute, yang ke kanan ke arah situ lembang (lewati jalan batu-aspal), dan yang kiri jalan tanah ke arah burangrang.

perjalanan awalnya biasa aja, sampe tiba2 nongol tanjakan2 gila, kita bilang tanjakan setan, yang semi-panjat-tebing. agak berlebihan sih, tapi ga sepenuhnya salah. kita emang dipaksa untuk manjat2 batang2 dan akar pohon yang menjuntai untuk bisa naik, karena sebelomnya abis ujan jadi jalan tanahnya licin dan kadang susah utk dijadiin pijakan total.

kondisi itu bener-bener bikin fisik cepet ngedrop karena tepat sama waktunya langit mulai gelap (kayanya perlu energi lebih untuk adaptasi sama perubahan cahaya) dan sejak awal perjalanan beberapa dari kami harus nenteng lampu di tangan kiri dan matras (yg gw selempangin) ngganggu pergerakan tangan kanan. akhirnya lampu dan matras segera berpindah-pindah tangan.

ga lama setelah magrib kita nemu tempat yang datar dan agak lapang. di situ kami istirahat sambil sholat. sambil ngemil juga.

di bagian ini ada yang menarik, ada 2 temen yang ga bisa buka bungkus sosis (yang kata iklannya "tinggal lep.."). akhirnya dibikin lomba cepet2an mbuka sosis utk mereka berdua. dan akhirnya gw ga tau siapa yang menang. nah, yang menarik dari bagian ini adalah bagian ini ga perlu dibaca dan bisa langsung baca paragraf berikutnya.

pas anak2 cewe pada sholat, ada rombongan yang ngelewatin kita. serombongan anak2 berpakaian a la punkrock. ada 10 anak. sempet kaget juga gw dan beberapa temen. tadi pas berangkat dari pos ga ada tanda2 kedatengan mereka, tiba2 udah ngelewatin kita. cepet banget mereka jalannya. saat itu gw pikir mereka emang udah sering naik ke gunung (atau bukit?) burangrang ini.

setelah semuanya selesai dengan istirahat dan ibadahnya kita mulai jalan lagi. kita ketemu tanjakan setan II, dan di sini gw mesti lepas sendal karena basah jadi licin.

kurang lebih jalan lagi selama 45-60 menitan kita nyampe di lokasi yang lapang lagi. di lokasi ini rombongan anak punk (mulai sekarang kita sebut apunk) bikin tenda dan udah nyalain api. taun lalu, pas pertama kali gw ke sini, gw tidur tepat di lokasi ini, kita sebut aja puncak 1. kali ini pas kita sampe sana kabut mulai turun. perut juga udah mulai pada laper.

kita nanya jalan ke arah puncak sama para arapunk (jamak). mereka bilang jalannya turun dulu agak curam, jalannya sempit kanan-kiri langsung jurang, bahaya kalo jalan sekarang karena licin dan karena gelap dan kabut jalannya jadi ga keliatan jelas. awalnya kita ga percaya dan tetep nyoba jalan, tapi baru beberapa meter kita baru sadar kalo yang mereka bilang tuh bener juga. akhirnya kita balik lagi ke lokasi itu dan masang tenda juga di sana.

kita cari2 spot yang enak utk masang tenda. dan kita ternyata ga ada yang bisa masang tenda dome. gw terakhir masang tenda klo ga salah sih pas pramuka waktu SD atau SMP, dan itu pun bukan tenda dome. kebingungan kami ternyata bikin arapunk tertarik utk ikutan mikir. akhirnya kita rame2 ngeroyok tuh tenda sampe berdiri dan layak pakai.

setelah tenda dome utk cewe kepasang, yang cowo mulai masang bifak pake ponco, beralas matras. kita ngiket tali rafia melintang (pas banget ada 2 pohon yang bisa diiketin) trus pinggir ponco diiketin ke tali itu, pinggir lainnya ditarik ke bawah belakang dan diiket ke pasak. panjang bifak kira2 3 kali lebar ponco - kira2 sama dengan 4 kali lebar matras. bifak ini munggungin arah angin. lumayan buat nahan angin malem.

trus kita masak air untuk bikin teh, kopi dan mie pake kompor - emang niat camping nih perjalanan kali ini. sambil makan dan minum kita ngobrol2 saling kenalan juga sama arapunk, yang ternyata baru lulus SMP. arapunk pamit utk tidur duluan dan rombongan kami masih cerita2 dan bercanda2. sesekali arapunk ikutan nyamber nyeletuk dan saling ngetawain.

kami sempet kaget waktu tau arapunk tuh baru lulus smp. kirain udah sma atau lulusan sma. salah satu anggota rombongan kami nyeletuk, "wah masih kecil ya, berarti kami nih pembimbing kalian hehehe..". dan lanjutan perjalanan kami akhirnya membuktikan kalo celetukan itu salah total.

menarik juga ngeliat cara arapunk bikin api. mereka bikin lobang, di dasar lobangnya mereka taro lilin. di bagian atasnya mereka naro ranting2 dan daon2 yang agak kering yang bisa mereka temuin. di atas ranting2 itu mereka ngasih ganjelan kayu untuk naro panci. lilin di bawah memastikan penguapan air di ranting terus berjalan dan setelah kering rantingnya akan kebakar, gitu terus beberapa kali mereka naro ranting2 tiap ranting yang awal udah hampir abis.

---

paginya kami bangun sekitar jam 6.30an langsung masak air untuk ngopi, ngeteh, masak nasi dan bikin mie. pas kami makan arapunk ngerapiin tendanya trus ngelanjutin perjalanan mereka ke puncak. pas gw liat agak lebih teliti, gw kagum sama anak2 ini karena mereka ga ninggalin sampah atau bekas apa pun selain lobang yang mereka bikin untuk ngebuat api.

selesai makan kami beres2in perlengkapan makan dan tenda. sampah2 dimasukin ke trashbag trus trashbagnya dititipin bentar di sana trus kami jalan lagi menuju puncak. rute yang kami lewatin emang sesuai sama gambaran yang dibilang arapunk semalem. jalan relatif sempit, kanan-kiri langsung jurang. sekitar 45-60 menit dari sana kami nyampe di tanah lapang berikutnya, kita sebut aja puncak 1,5.

di puncak 1,5 ini kami ketemu sama 3 apunk yang turun dari puncak untuk nyari edelweiss, "buat oleh2 mamah", cenah. di sana kami naro dan ngumpetin lampu petromax di semak2 karena emang agak ngganggu keleluasaan gerak. kami lanjut jalan lagi. di jalan 3 arapunk tadi nyusul lagi, yang 2 langsung naik ke atas, yang 1 lagi nyari taneman asem "utk cemilan di atas", katanya.

ga terlalu lama kemudian kami nyampe di daerah landai lagi, sebut aja puncak 2. di sini kita duduk bentar utk minum trus lanjutin perjalanan lagi.

perjalanan dari sini malah turun terus. turunan sempit, makin lama makin curam. beberapa kali ada pohon melintang, memaksa kita untuk jalan jongkok atau gelayutan dikit biar bisa lewat. wah, ini bagian yang akan mengancam di perjalanan pulang nih. jadi kepikiran, kita mesti menghargai turunan seperti kita menyegani tanjakan.

akhirnya sampelah kita di titik baliknya, kita mulai naik terus, tapi relatif landai. seinget gw ga ada tanjakan setan di bagian ini. di track bagian ini jalannya sempit, sebelah kanan kami langsung jurang. di beberapa bagian ga ada pengamanannya. tapi pemandangan di bagian ini menurut gw sih pemandangan paling bagus yang bisa diliat di burangrang. di sini kita bisa ngeliat situ lembang dan lembah dari beberapa bukit yang berujung ke kota cimahi (kalo ga salah). dengan seenaknya aja deh gw sebut lokasi itu view optimal.

kira2 20 menit dari sana, kita sampe ke satu bagian yang paling bahaya di track burangrang ini. ada batu besar yang nutupin jalan, sementara tanah di samping kanannya keliatan kaya baru aja longsor, jadi jalannya terkikis gitu sampe cuma ada beberapa centi aja. jadi utk ngelewatinnya mesti pegangan (agak nyandar) ke batu sambil ngelangkahin bagian yang longsor.

ga lama setelah ini ada lagi bagian yang menarik di perjalanan ini. di depan ternyata kita harus ngelewatin track 'manjat'. mendadak jadi curam banget tanjakannya di track ini. bagian yang harus dipanjat ini kira2 tingginya 3-4 meter, pijakannya batu2 yang agak licin. di atasnya ada 3 apunk yang standby sambil megang tali. salah satu dari mereka langsung manggil begitu ngeliat kami, dan ngomong ke cewe yang paling depan "ayo pegang talinya sambil kita tarik ke atas..". dan satu per satu kami naik ke atas dengan bantuan mereka.

gw pikir tali itu emang udah disiapin sama pengawas di sana. pas gw tanya ke arapunk "ini tali punya siapa?", mereka jawab, "ini anak2 aja yang bawa..". berarti saat itu mereka emang nyiapin tali ini di lokasi ini untuk tujuan tertentu.

luar biasa anak2 itu. masih kecil dan keliatan urakan tapi semangat menolongnya tinggi banget. gw pikir lagi mungkin mereka emang sengaja 'ngirim' 3 orang ke bawah selain untuk ngambil edelweiss dan buah asem juga untuk memantau perjalanan kami dan nyiapin bantuan di lokasi yang kira2 akan menyulitkan perjalanan.

setelah kita semua naik, mereka ngeberesin perlengkapan mereka bentar trus langsung nyusul kami ke atas. setelah jalan nanjak lumayan terjal sekitar 5 menitan akhirnya kami sampe deh di lokasi landai lagi. di lokasi itu arapunk yang lain duduk2 di bawah bifak mereka sambil masak air dan santai2. lokasi ini gw namain puncak 2,5. dari lokasi ini puncak akhir (puncak 3) bisa keliatan. jaraknya kira2 2-3 menit.

arapunk nyantai di sana karena di puncak akhir ada rombongan yang udah masang tenda dari semalem. gw sempet denger rombongan ini lewat tadi malem, ternyata mereka langsung ngecamp di sini dari tadi malem.

di sini gw merhatiin lagi cara arapunk masak air. cara bikin apinya kira-kira sama, mereka bikin lobang untuk naro api. bedanya, sekarang mereka pake kaleng bekas yang diisi air + minyak tanah dan ranting2 kecil dipatah2in, dimasukin ke kaleng itu juga. air ngedorong minyak tanah ke atas, dan minyak tanah ngapungin ranting kecil. tinggal deketin api ke ranting yang di dalem kaleng, api akan stabil nyala karena seluruh bahan bakar ada di dalem kaleng itu. kaleng bertugas sebagai kompor, panci diganjel kayu ditaro di atasnya. kreatif, keliatan sangat berpengalaman.

di sini kita ngobrol bentar sama arapunk trus lanjut ke puncak akhir. rombongan yang ada di sana lagi becanda2 sambil foto2, kira sebut aja ini rombongan g4ul. di puncak akhir ini ada tugu bertuliskan 'puncak burangrang 2050 mdpl' (kalo diliat dari arah jalan masuk. sedangkan di sisi kanan tugu itu tulisannya kalo ga salah 'burangrang 2062', entah 2062 itu nyatain apa.

di bawah tulisan 'burangrang 2062' ini ada pahatan di batu tugu itu tulisannya 'tatang' dan 'aep'. gile juga nih 2 orang, bisa mahat di batu gini, berapa lama mereka mahatnya..

trus kita foto2 sambil duduk2 deh. nikmatin angin, ngomentarin rombongan g4ul, ngomentarin pemandangan, ngomentarin salah satu anggota rombongan kami yang mukanya mendadak serius pas lagi difoto di atas tugu.

di sini gw merhatiin lagi cara rombongan g4ul bikin api. biasa aja, seperti yang bisa kami lakukan, ranting2 ditumpuk, ada bekas2 sampah kebakarnya juga. rombongan ini bisa dibilang jorok juga, mereka ninggalin botol dan kaleng bir kosong di semak2. tadinya mau gw bawa sekalian, tapi trash bag kan dititipin di puncak 1,5 dan lagian tas gw penuh bgt, dan nenteng2 barang juga ga efektif utk perjalanan jadi dengan terpaksa gw biarin aja botol dan kaleng bekas itu dengan harapan bisa dimanfaatin jadi sesuatu sama arapunk nantinya.

sekitar 30 menitan kami di atas, rombongan tetangga kami pamit untuk turun duluan. wah banyak banget jejak yang mereka tinggalin: sampah2 dan sisa kayu bekas api unggun. ga lama setelah itu kami turun juga ke pos 2,5 gabung lagi sama arapunk untuk makan dan istirahat bentar sebelom lanjutin perjalanan turun. di sini kami ngobrol2 lagi sama arapunk dan di obrolan ini lah kami jadi tau siapa sebenarnya 'tatang' dan 'aep' yang namanya terukir di tugu, ternyata salah 2 dari mereka dan udah lama dibuatnya.

---

beres makan, ngrokok, kami berdiri trus berterimakasih dan pamit sama arapunk untuk turun duluan. mereka masih mau ngecamp di puncak akhir malemnya. kami mau langsung turun dan pulang ke bandung.

pas turun ini gw kaget dan kagum lagi sama arapunk. di tempat mereka bantuin kami pake tali tadi, ternyata talinya mereka iketin ke taneman yang cukup kuat. luar biasa, kecil2 tapi mereka berpikiran panjang euy. dari jauh sempet kedengeran mereka teriak "ati2 turunnya a'..".

perjalanan turun relatif mudah dan menyenangkan, kami sempet foto2 di view optimal dan di beberapa spot yang lumayan bagus viewnya. agak cukup berat di bagian yang udah kami perkirakan, tapi secara umum relatif santai.

pas di puncak 2 kami ketemu sama rombongan 4 orang bapak2 tua sekitar 60 taunan lagi istirahat di sana, mereka juga menuju puncak. ngeliat kami kehausan dan capek bapak2 itu nawarin air dan pisang. pas bener, stok air kami udah abis. ternyata mereka berempat pensiunan Brimob. ngobrol bentar trus mereka lanjut jalan lagi, kami juga mulai jalan ga lama kemudian.

gile di perjalanan kali ini, kami2 yang ga terlatih ketemu sama banyak orang2 baik dan berpengalaman yang 'membimbing' perjalanan kami dan ngasih banyak banget pertolongan dan pembelajaran. betapa beruntungnya kami.

di puncak 1,5 kami ngambil lagi lampu yang kami tinggalin sementara. di puncak 1 kami ngambil trashbag dan baru sadar kalo kami ninggalin banyak potongan tali rafia - sekalian kami masukin ke trashbag dan kami bawa ke bawah.

pas turun di lokasi-lokasi yang ga begitu curam tanpa sadar gw jalan cepet banget (mungkin hampir lari). ga perlu dengan sengaja nambah kecepatan, miringnya turunan secara otomatis narik badan gw ke arah gravitasi dan resultannya mempercepat arah gerak gw. dan di saat2 seperti itu mata gw hanya fokus ngeliatin jalan dan pikiran gw bekerja fokus untuk memilah2 dan mencari pijakan dengan cepat. gw baru sadar, suasana ini lah yang gw rindukan dari perjalanan2 kaya gini. terasa menyatu dan bereaksi sesuai dengan keadaan alam.

tanpa kerasa kami udah sampe lagi di pos komando (pintu angin). istirahat sebentar dan ga lama tiba2 ujan. wah untung aja ujannya pas kami udah sampe bawah. pas ujan udah reda gw dan om minjem motor untuk nyarter angkot di terminal parongpong. yang cewe2 udah pada capek utk jalan lagi sampe pintu komando.

akhirnya kami pulang sambil dengerin pak supir angkot curhat tentang keluarganya (terutama istrinya), tentang masa kecilnya, tentang pendapat2nya terkait kemacetan di kota, dan ga lupa ngajarin kami trik2 berhitung (pinter euy si bapak ini).

---

undangannya sih minum teh, tapi gw ga minum teh sedikit pun. malah minum kopi dan bandrek. yah biarpun gw ga memenuhi undangan tapi gw cukup puas dapet banyak pelajaran menarik dan lagi dapet tempat pelarian sesaat dari hantu2 perkotaan dan perkuliahan.

baca selengkapnya..






-------------------------------------------------------------------------------------